Penghentian Rekayasa Lawan Arah di Tol Jagorawi Menuju Puncak, Pemberlakuan Satu Arah ke Jakarta
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA – Sistem pengaturan lalu lintas lawan arah atau contraflow di Tol Jagorawi arah Puncak telah dihentikan berdasarkan kebijakan kepolisian. Alvin Andituahta Singarimbun, selaku Senior Manager Representative Office 1 Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division, menjelaskan bahwa contraflow ini dihentikan setelah dimulai sejak pukul 06.15 WIB.
Penerapan contraflow sebelumnya dilakukan sebagai respons terhadap peningkatan volume lalu lintas akibat kegiatan wisata dan silaturahmi di Ruas Tol Jagorawi menuju Puncak pada Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus. “Berdasarkan kebijakan kepolisian, contraflow dari KM 44+400 hingga KM 46+400 di Ruas Tol Jagorawi arah Puncak dihentikan pada pukul 13.25 WIB. Arus lalu lintas mulai kembali normal,” kata Alvin Andituahta Singarimbun di Jakarta, Sabtu (31/5/2025).
- Ketum PBNU Gus Yahya: Presiden Prabowo Konsisten soal Palestina dan Israel
- 14 Orang Meninggal, Korban Selamat Ceritakan Detik-Detik Mencekam Longsor di Gunung Kuda
- Hamas Desak AS Beri Jaminan Serius untuk Akhiri Perang di Gaza
Untuk mengantisipasi kepadatan, akses keluar Gadog/Puncak saat ini ditutup akibat diberlakukannya lalu lintas satu arah (one way) di arteri Puncak menuju Jakarta oleh pihak kepolisian. Pengendara yang ingin menuju kawasan puncak melalui Ruas Tol Jagorawi disarankan untuk merencanakan rute dan waktu perjalanannya guna menghindari kemacetan akibat penumpukan kendaraan.
Pengemudi juga diimbau untuk memastikan saldo kartu elektronik mencukupi sebelum memulai perjalanan untuk menghindari kemacetan saat transaksi di gerbang tol. Selalu taati rambu lalu lintas dan ikuti petunjuk dari petugas di lapangan.
PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat ada 325.057 kendaraan meninggalkan wilayah Jabotabek pada H-1 hingga Hari H periode libur panjang Hari Kenaikan Yesus Kristus, yakni pada Rabu, 28 Mei hingga 29 Mei 2025.
Jumlah tersebut merupakan total arus lalu lintas dari empat Gerbang Tol (GT) Utama, yaitu GT Cikupa (menuju Merak), GT Ciawi (menuju Puncak), GT Cikampek Utama (menuju Trans Jawa) dan GT Kalihurip Utama (menuju Bandung).
Total volume lalu lintas yang meninggalkan wilayah Jabotabek ini meningkat 20,6 persen dibandingkan lalu lintas normal.
