Interaksi Melati dengan Warga Binaan Lapas Anak dan Perempuan
BERITA TERBARU INDONESIA, PANGKALPINANG— Anggota DPR RI Dapil Bangka Belitung mengadakan pertemuan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Anak dan Perempuan di Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung.
Kehadiran anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra ini bertujuan untuk melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU mengenai pembinaan warga binaan (WBP) sebagai pendiri Sekuntum Melati.
“Saya Melati anggota Komisi XIII dari Dapil Bangka Belitung dan juga pendiri Yayasan Sekuntum Melati. Kerja sama ini adalah yang pertama kalinya Sekuntum Melati berkolaborasi dengan Lapas Perempuan,” ujar Melati di Lapas Perempuan dan Anak Pangkalpinang, Rabu (28/5/2025).
Pernyataan tersebut disampaikan di hadapan peserta yang hadir, termasuk Kepala Kanwil Pemasyarakatan Babel yang diwakili Kabid Pelayanan dan Pembinaan, Dian Artanto, Plt Kepala Kanwil Kemenkum Provinsi Bangka Belitung Harun Sulianto, Yankum Kanwil Kemenkum Babel Aswo, dan Plt Kepala Lapas Perempuan, Indarlaya serta para warga binaan.
Sebelumnya, menurut Melati, memang sudah ada kerja sama dalam pemberdayaan perempuan saat masih menjabat sebagai Ketua Dekranasda Babel ketika Erzaldi Rosman masih menjadi Gubernur Babel.
“Kami bersama Kementerian UMKM dan Kementerian Pemberdayaan hadir di sini untuk ikut berkontribusi dalam pemberdayaan WBP perempuan di Lapas Pangkalpinang,” jelasnya dalam keterangan di Jakarta, Ahad (1/6/2025).
Pertemuan kali ini berbeda karena dilakukan di bawah naungan Yayasan Sekuntum Melati.
Dia menambahkan bahwa Sekuntum Melati adalah akronim dari sekolah perempuan untuk menjadi mandiri dan terlatih. Sekuntum Melati didirikan pada tahun 2020 karena dorongan pribadi untuk berkontribusi lebih, selain tugasnya sebagai Ketua PKK.
“Inspirasi datang setelah menonton film R.A Kartini yang dibintangi Dian Sastro. Itu memicu saya untuk berpikir tentang keadaan RA Kartini. Perempuan di masanya, meski dengan batasan ketat, mampu berbuat banyak untuk perempuan Jawa,” ujar Melati, menegaskan bahwa mereka mendapat banyak dukungan.
Dukungan ini juga datang karena Erzaldi masih menjabat sebagai Gubernur, yang memudahkan akses informasi dan data saat ia menjabat sebagai Ketua PKK, memungkinkan intervensi di beberapa desa yang membutuhkan.
“Kami mengidentifikasi desa-desa dengan kasus stunting tinggi, perceraian tinggi, dan pernikahan dini tinggi, untuk pelatihan melalui Sekuntum Melati,” tegasnya. Yayasan ini telah menjangkau 7 kabupaten/kota.
Melati juga mendengarkan aspirasi dalam penandatanganan nota kesepahaman antara dirinya sebagai pendiri Yayasan Sekuntum Melati dan pihak Lapas Perempuan dan Anak Pangkalpinang.
