Jawa Timur Borong 10 Penghargaan di Anugerah Adinata Syariah 2025
BERITA TERBARU INDONESIA, SURABAYA — Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) berhasil mengantongi 10 penghargaan dari 12 kategori pada acara Anugerah Adinata Syariah 2025 yang diselenggarakan oleh Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) di Hotel Le Meridien, Jakarta Pusat, baru-baru ini.
Penghargaan tersebut diterima oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jatim, Iwan, yang mewakili Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Khofifah tidak dapat hadir karena sedang menunaikan ibadah haji.
“Alhamdulillah Pemprov Jatim berhasil meraih 10 penghargaan dari 12 kategori di Anugerah Adinata Syariah 2025. Ini akan menjadi dorongan semangat untuk terus memperkuat fondasi ekonomi syariah di Jawa Timur,” ujar Gubernur Khofifah dalam pernyataan tertulis dari Makkah, Arab Saudi, Senin (2/6/2025).
Provinsi Jatim memperoleh juara pertama untuk kategori Keuangan Mikro Syariah serta Pendidikan dan Pemberdayaan Ekonomi Pesantren. Selain itu, Jatim juga meraih juara dua untuk kategori Inkubasi Usaha Syariah dan Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (Zona KHAS), serta juara tiga untuk kategori Industri Halal.
Jatim juga mendapatkan peringkat keempat untuk kategori Kelembagaan Pengembangan Ekonomi Syariah dan peringkat kelima dalam kategori Inovasi Sektor Ekonomi Syariah, Literasi Ekonomi Syariah, Ekonomi Hijau dan Berkelanjutan, serta Keuangan Sosial Syariah. Khofifah menambahkan, ekonomi syariah bukan hanya sistem keuangan alternatif, melainkan bagian dari strategi pembangunan daerah yang inklusif dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Menurut Khofifah, capaian ini tidak lepas dari kontribusi pondok pesantren di Jawa Timur yang menjadi motor penggerak utama ekonomi syariah. Berdasarkan data, terdapat 7.334 pondok pesantren yang terdaftar di Kementerian Agama, di mana 1.210 di antaranya telah menjalankan program kewirausahaan dan mengembangkan 1.743 unit usaha.
