Pakar: Universitas Bergengsi Tidak Hanya Mencari Siswa Pintar
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Dr Thomas Guskey, seorang ahli dalam bidang pendidikan, menyatakan bahwa universitas ternama dunia tidak hanya mencari siswa yang unggul secara akademis, tetapi juga yang memiliki karakter kuat. Guskey berpendapat universitas ternama di dunia mencari siswa yang mampu berkomunikasi dengan baik serta memiliki ketahanan dalam menghadapi perubahan.
Ia menjelaskan bahwa selama ini, kesuksesan kerap dihubungkan dengan nilai akademis yang tinggi. Namun, seiring dengan perkembangan waktu, konsep kesuksesan turut berubah, di mana siswa tidak hanya dituntut memiliki nilai A semata.
- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Ingatkan Dedi Mulyadi Mengenai Kebijakan Jam Masuk Sekolah Pukul 06.00
- Pemprov DKI Jakarta Menargetkan Penebusan 6.652 Ijazah Siswa yang Tertahan di Sekolah
- Siswa PAUD hingga SMA di Jawa Barat Masuk Sekolah Jam 06.30 WIB, Ini Aturan Resminya
Guskey, yang telah menulis dan menyunting lebih dari 30 buku pemenang penghargaan serta menerbitkan lebih dari 300 artikel dan makalah profesional, menekankan bahwa prestasi akademik tetap penting, tetapi bukan lagi satu-satunya penentu kesuksesan di masa depan.
Menurut survei yang dilakukan oleh National Association for College Admission Counseling (NACAC) pada 2023, selain nilai, faktor-faktor penting yang juga dipertimbangkan oleh universitas dalam menerima mahasiswa baru mencakup atribut karakter positif (28,3 persen), esai dan contoh tulisan (18,9 persen), serta minat yang ditunjukkan terhadap universitas tersebut (15,7 persen).
Guskey, dikutip Rabu (4/6/2025), yang juga penulis buku Life Skills for All Learners bersama Antarina SF Amir, menjelaskan bahwa petugas penerimaan mahasiswa baru sangat menghargai keterampilan hidup yang berperan penting dalam kesuksesan siswa di perguruan tinggi dan dunia kerja.
“Seperti kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, berkolaborasi lintas budaya, dan berkontribusi pada komunitas. Inilah hal-hal yang ingin diketahui oleh universitas terkemuka dunia dan kerangka kerja yang dikembangkan oleh Redea Institute, tidak hanya dalam pengembangan keterampilan tetapi juga dalam penilaian dan pencatatannya di rapor serta transkrip nilai. Ini luar biasa,” ujarnya.
Dalam kunjungannya ke Indonesia, Guskey bersama dengan Redea Institute juga bertemu dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. CEO Redea Institute, Antarina SF Amir, menegaskan bahwa pihaknya terus berkomitmen mendampingi para orang tua sebagai mitra dalam membentuk pembelajar sepanjang hayat dan pemimpin masa depan.
