Mindfulness: Cara Sederhana Menenangkan Pikiran di Tengah Kesibukan
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Apakah kamu pernah mendengar kata mindfulness dan langsung membayangkan meditasi di puncak gunung? Jika iya, mungkin itulah tanda bahwa kamu sangat membutuhkan mindfulness.
Menurut penulis buku berjudul The Daily Buddhist, Pema Sherpa dan Brendan Barca, mindfulness sebenarnya lebih sederhana dari yang kamu bayangkan. Intinya bukan tentang menyatu dengan alam di tempat yang sepi. Sebaliknya, mindfulness adalah tentang benar-benar hadir di momen ini, saat ini, di sini.
- Sering Overthinking? Ini Tips Mengatasinya dari Ahli
- Kurang Tidur? Hati-Hati Emosi Jadi Gak Stabil dan Kurang Fokus
- Pramono Bakal Naikkan Insentif RT dan RW di Jakarta Tahun Ini, Ketua RW Dapat Rp 5 Juta
“Kami mengerti. Mindfulness sudah menjadi istilah yang populer di mana-mana, dari matras yoga hingga buku self-help,” ujar Sherpa yang dikutip dari BERITA TERBARU INDONESIA. “Namun, ini bukan tentang berpura-pura semuanya baik-baik saja. Mindfulness sejati berarti mengamati emosi reaktif, pikiran negatif, detak jantung yang meningkat, dan keterikatan pada identitas, sehingga kamu bisa memilih bagaimana kamu ingin menampilkan dirimu kepada diri sendiri dan orang lain,” lanjutnya.
Memang, duduk bersila dengan mata terpejam di kamar bisa menjadi salah satu bentuk mindfulness. Namun, itu hanyalah sebagian kecil dari keseluruhan gambaran. Menurutnya, inti dari mindfulness adalah memperhatikan apa yang terjadi saat ini, di sini, entah kamu sedang berada di kereta yang padat menuju kantor, ngobrol dengan orang tercinta, atau mencuci pakaian.
Ini tentang hadir, bukan melamun. “Kamu tidak harus tenang atau sudah menguasai semuanya. Kamu hanya perlu memperhatikan apa yang sedang terjadi — di tubuhmu, di pikiranmu, dan di dunia sekitarmu. Itu baru latihan yang sebenarnya,” tegasnya.
Di era yang serba cepat ini, di mana kita mudah terjebak dalam doomscrolling, multitasking, dan notifikasi tanpa henti, mempraktikkan mindfulness dianggap penting. Kabar baiknya, kamu bisa melakukannya di mana saja, di kamar tidur, di kafe, bahkan di kantor.
Brendan Barca menjelaskan mengapa mindfulness itu penting. “Arus pikiran yang penuh kekhawatiran dan penyesalan itu tidak hanya melelahkan kita, tetapi juga menjauhkan kita dari satu-satunya momen yang nyata yaitu momen ini,” ungkapnya.
