Keistimewaan 10 Hari Pertama Dzulhijjah
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Pendakwah asal Mesir, Dr Amr Khaled, memberikan penjelasan mengenai keutamaan dari 10 hari pertama bulan Dzulhijjah. Hari-hari ini disebut sebagai yang terbaik di dunia.
Pernyataan ini berdasarkan hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Jabir RA. Nabi SAW bersabda:
- Jamaah Haji tanpa Nusuk tidak Bisa Masuk Masjidil Haram
- Media AS Laporkan Iran Siap Bentuk Konsorsium Pengayaan Uranium Regional dengan Syarat Ini
- Lelaki Ini Dipanggil ‘Syekh’ oleh Rasulullah
“Hari-hari terbaik di dunia adalah 10 hari pertama Dzulhijjah.” Nabi SAW kemudian ditanya, “Apakah jihad di jalan Allah tidak setara dengan ini?”
Nabi Muhammad SAW menjawab, “Tidak ada yang setara kecuali seseorang yang berjuang di jalan Allah dan menaburkan wajahnya dengan debu (gugur sebagai syahid).” (HR. Al-Bazzar dan Abu Ya’la)
Dr Amr Khaled menguraikan tiga makna penting dari 10 hari pertama bulan Dzulhijjah yang sering kali luput dari perhatian umat Muslim.
Pertama, sadari bahwa kita berada di hari-hari istimewa, hari yang sangat dicintai Allah SWT. Manfaatkan waktu ini untuk meningkatkan amal shaleh dan ibadah lainnya. Salah satu amalan terbaik adalah memperbanyak sholat sunnah.
Kedua, Khaled menjelaskan bahwa siang hari pada 10 hari pertama Dzulhijjah lebih utama daripada malamnya. Ini karena keutamaan hari Arafah berbeda dengan malam-malam di 10 hari terakhir Ramadhan.
“Karena itu, rajinlah melakukan ibadah sunnah di siang hari selama 10 hari pertama Dzulhijjah. Misalnya, dengan membaca Alquran, sholat dhuha, dan dzikir pagi,” jelasnya.
