Skip to content
logo-Berita-Terkini-Indonesia

BTI

Liputan Berita Terkini Indonesia

Primary Menu
  • Home
  • pemerintahan
  • Politik dan Hukum
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Hak Asasi Manusia
  • Home
  • Ekonomi
  • Ekspor Jagung Perdana ke Malaysia, Prabowo: Ini Soal Kepercayaan Dunia
  • Ekonomi

Ekspor Jagung Perdana ke Malaysia, Prabowo: Ini Soal Kepercayaan Dunia

Rina Kartika Juni 7, 2025
ekspor-jagung-ke-malaysia-prabowo-ini-soal-kepercayaan-dunia

Ekspor Jagung Perdana ke Malaysia, Prabowo: Ini Soal Kepercayaan Dunia

BERITA TERBARU INDONESIA, BENGKAYANG — Presiden Prabowo Subianto secara resmi memulai ekspor jagung pertama ke Malaysia. Ini berlangsung setelah Presiden memimpin Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II 2025 di Kalimantan Barat beberapa hari lalu.

Peluncuran ekspor ini menandai langkah penting dalam ketahanan pangan nasional serta memperluas pasar pertanian Indonesia di tingkat internasional. Prabowo menyatakan rasa syukur atas keberhasilan ini.

“Ini adalah bukti bahwa melalui kerja sama dan sinergi dari semua pihak, produksi pangan kita meningkat secara signifikan. Di kuartal pertama tahun ini saja, produksi jagung meningkat hampir 50 persen,” ujar Presiden saat diwawancara setelah acara panen raya dan ekspor jagung di Bengkayang, Kalimantan Barat, pada Kamis (7/6/25).

Kepala Negara optimis bahwa Indonesia akan mencapai swasembada jagung lebih cepat dari target. “Jika peningkatan ini berlanjut, mungkin dalam setahun kita tidak perlu mengimpor lagi. Ini pencapaian yang sangat berarti. Benihnya dari dalam negeri, banyak yang organik, dan ini berkat kerja sama semua pihak,” tambah Prabowo.

Untuk pertama kalinya, ekspor jagung dilakukan langsung dari Kalimantan Barat. Sebanyak 1.200 ton jagung dikirimkan dalam tahap awal dari total 50.000 ton yang juga akan dikirimkan dari Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Gorontalo.

“Hari ini, kami meluncurkan ekspor pertama jagung dari Kalimantan Barat. Ini tidak hanya tentang angka ekspor, tetapi juga tentang kepercayaan dunia terhadap pertanian kita,” kata Presiden Prabowo.

Presiden ditemani oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta beberapa menteri dan pejabat terkait. Menteri Pertanian menyatakan bahwa permintaan dari Malaysia saat ini mencapai 240.000 ton per tahun, atau sekitar 20.000 ton per bulan, khusus untuk jagung. Permintaan ini belum termasuk dari negara lain seperti Filipina.

Selain jagung, Amran menyoroti kelapa dan beras sebagai komoditas ekspor unggulan. Untuk kelapa, Indonesia mencatat volume ekspor sebesar 2,1 juta ton per tahun, dengan permintaan dari Malaysia sebesar 400 ribu ton yang sebagian besar telah terpenuhi. “Sementara untuk beras, kebutuhan impor Malaysia sangat tinggi, ini adalah peluang besar bagi Indonesia untuk memperluas pasar ekspor komoditas strategis ini,” ungkap Amran.

Kembali ke jagung, Presiden Prabowo menyatakan telah mendapatkan komitmen kuat dari Menteri Pertanian dan Kapolri mengenai kesiapan Indonesia untuk mulai mengekspor jagung tahun depan. Ia menegaskan, langkah ini adalah titik balik dalam kebijakan pangan nasional. Tidak ada lagi kebijakan impor yang akan dilakukan pemerintah.

“Saya telah diberi jaminan oleh dua tokoh Indonesia (Mentan dan Kapolri) yang hebat bahwa pada tahun 2026, Indonesia tidak akan mengimpor lagi,” tegas Kepala Negara.

Presiden menambahkan, swasembada pangan adalah kunci dari keamanan negara. Lebih dari itu, swasembada pangan adalah kunci dari kemerdekaan. Ia terus menyuarakan hal ini di setiap forum yang dipimpinnya.

Menurut Prabowo, tidak ada bangsa yang benar-benar merdeka jika tidak mampu memproduksi pangannya sendiri. “Karena itu, dalam perjuangan politik saya, saya selalu fokus dan tidak akan tenang sebelum Indonesia mencapai swasembada pangan. Setiap provinsi harus swasembada pangan, setiap pulau harus bisa memproduksi pangan sendiri,” tutup Presiden.

Badan Pusat Statistik memprediksi produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen akan mencapai 9,45 juta ton pada Januari-Juli 2025. Deputi Statistik Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini mengatakan produksi diprediksi meningkat sebesar 0,98 juta ton atau 11,08 persen dibandingkan periode Januari–Juli tahun lalu yang hanya mencapai 8,51 juta ton.

Artinya, secara statistik, selain beras, jagung mulai masuk kategori aman. Saat ditemui di kediamannya, Mentan Amran mengatakan, selanjutnya, mereka akan mencoba meningkatkan produktivitas kedelai dan gandum dalam negeri. Tentunya melalui berbagai inovasi yang melibatkan sejumlah pihak, termasuk akademisi.

Continue Reading

Previous: Band Inggris IDLES Membuka Penampilan dengan Seruan ‘Free Palestine’
Next: Mengapa ‘Daging Ulama’ Dianggap ‘Beracun’?

Related News

  • Ekonomi

Peningkatan Premi BRI Insurance Mencapai 13,3 Persen

Intan Permatasari Agustus 11, 2025
  • Ekonomi

Pesanan Naik 113 Persen di GIIAS 2025, Chery Sasar Pasar Bandung dengan Produk Baru di Mall PVJ

Rina Kartika Agustus 11, 2025
konsesi-pelabuhan-saatnya-investasi-berbicara-lebih-dari-sekadar-angka
  • Ekonomi

Konsesi Pelabuhan: Waktu untuk Investasi Membuktikan Diri Lebih dari Sekadar Angka

Intan Permatasari Agustus 10, 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
auto7slot auto7slot auto7slot

You may have missed

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
viral-meme-tanah-nganggur-diambil-negara-menteri-nusron-minta-maaf-ini-penjelasan-maksudnya
  • Berita

Meme Tanah Nganggur Jadi Viral, Menteri Nusron Meminta Maaf, Berikut Penjelasannya

Dedi Saputra Agustus 12, 2025
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.