Skip to content
logo-Berita-Terkini-Indonesia

BTI

Liputan Berita Terkini Indonesia

Primary Menu
  • Home
  • pemerintahan
  • Politik dan Hukum
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Hak Asasi Manusia
  • Home
  • lingkungan
  • Musisi Inggris Dokumentasikan Suara Perubahan Iklim di Arktik
  • lingkungan

Musisi Inggris Dokumentasikan Suara Perubahan Iklim di Arktik

Maya Lestari Juni 9, 2025
musisi-inggris-rekam-suara-perubahan-iklim-di-kutub-utara

Musisi Inggris Dokumentasikan Suara Perubahan Iklim di Arktik

BERITA TERBARU INDONESIA, LONDON – Sarah Smout, musisi dan penyair dari Inggris, membawa cellonya ke hamparan es di Arktik untuk menangkap suara perubahan iklim. Ia menggabungkan musik dan suara alam dalam sebuah proyek album yang terinspirasi langsung dari keindahan dan kerentanan lanskap es tersebut.

Bersama sekelompok seniman internasional, Smout melakukan ekspedisi selama 16 hari di wilayah Lingkaran Arktik, tepatnya di Kepulauan Svalbard, Norwegia. Dalam suhu ekstrem minus 15 derajat Celsius, ia menyaksikan langsung dampak perubahan iklim, seperti retakan es dan situasi berbahaya yang memaksa mereka untuk kembali ke kapal.

“Musik adalah cara yang luar biasa untuk menyatukan orang, menyentuh hati dan pikiran mereka, serta menginspirasi mereka untuk membuat keputusan sendiri demi perubahan yang positif,” ungkap Smout.

Rekaman suara yang ia kumpulkan, termasuk suara gletser yang retak, akan menjadi bagian utama dalam album debutnya. Dengan bantuan hidrofon, Smout merekam suara-suara bawah laut dan menciptakan narasi sonik tentang krisis iklim di Arktik.

Smout menyebut Arktik sebagai tempat paling dramatis yang menunjukkan kecepatan perubahan iklim. “Meskipun tempat itu jauh, apa yang terjadi di sana berdampak pada kita semua,” ujarnya.

Cello yang digunakannya, bernama Bernard, memiliki badan dari karbon yang tahan cuaca ekstrem. Bersama cello tersebut, Smout telah menjelajahi berbagai lanskap alam, namun pengalaman di Arktik ia katakan sebagai yang paling memicu kreativitas.

Ia berharap proyek musik ini dapat membangun koneksi emosional antara publik dan lingkungan Arktik. “Saya ingin orang-orang mendengar sendiri apa yang sedang terjadi, dan merasa tergerak untuk melindungi dunia yang kita bagi bersama,” katanya.

Continue Reading

Previous: Tragedi Gadis Berprestasi di Cirebon, Nekat Minum Racun Akibat Depresi Tak Punya Biaya Sekolah
Next: Lebih Mudah, TransJabodetabek Blok M-Bogor Diserbu Penumpang

Related News

monyet-gemoy-buat-resah-warga-kota-cimahi
  • lingkungan

Monyet Besar Ganggu Warga Kota Cimahi

Dewi Anjani Agustus 11, 2025
truk-terguling-diduga-jadi-penyebab-munculnya-busa-di-sungai-cimeta-2
  • lingkungan

Truk Terguling Diduga Menjadi Sumber Busa di Sungai Cimeta

Siti Nurhaliza Agustus 10, 2025
kapolri-sebut-modifikasi-cuaca-efektif-tekan-karhutla-di-kalbar
  • lingkungan

Kapolri Sampaikan Keberhasilan Modifikasi Cuaca dalam Mengurangi Karhutla di Kalbar

Maya Lestari Agustus 8, 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
auto7slot auto7slot auto7slot

You may have missed

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
viral-meme-tanah-nganggur-diambil-negara-menteri-nusron-minta-maaf-ini-penjelasan-maksudnya
  • Berita

Meme Tanah Nganggur Jadi Viral, Menteri Nusron Meminta Maaf, Berikut Penjelasannya

Dedi Saputra Agustus 12, 2025
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.