Bank Pembangunan Alokasikan Dana Besar untuk Mengatasi Sampah Laut
BERITA TERBARU INDONESIA, LONDON – Beberapa bank pembangunan internasional bersiap untuk mengalokasikan dana sebesar 3 miliar euro atau sekitar 3,4 miliar dolar AS guna mengatasi polusi plastik di laut sebelum dekade ini berakhir. Langkah ini menunjukkan peningkatan pendanaan dalam menghadapi salah satu krisis lingkungan paling mendesak di dunia.
Menurut proyeksi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), jumlah sampah plastik yang mencemari lautan dapat meningkat tiga kali lipat dari 11 juta metrik ton pada tahun 2021 menjadi 37 juta metrik ton per tahun pada tahun 2040. Mikroplastik menjadi fokus utama, karena sudah ditemukan mencemari tanah, udara, hewan, tanaman, hingga tubuh manusia.
- Krisis Laut Global, PBB Minta Negara-Negara Segera Bertindak
- Ekosistem Laut Kritis, PBB Desak Aksi Iklim Lewat UNOC 2025
- Pangeran William Desak Aksi Global Lindungi Laut
Pendanaan baru ini merupakan bagian dari peluncuran tahap kedua program Clean Oceans Initiative, yang diumumkan bertepatan dengan Konferensi Kelautan PBB di Nice, Prancis. Program ini melibatkan kerjasama bank pembangunan dari Prancis, Jerman, Spanyol, Italia, serta Bank Eropa untuk Pembangunan dan Rekonstruksi.
Selama fase pertama sejak 2018 hingga Mei 2025, inisiatif ini telah menyalurkan lebih dari 4 miliar euro, melampaui target awal. Investasi tersebut difokuskan pada proyek pengelolaan limbah padat, air limbah, dan pengendalian air hujan di negara-negara berkembang, termasuk peningkatan pengelolaan air limbah di Sri Lanka, pengelolaan sampah di Togo, dan proyek perlindungan banjir di Benin.
Pada fase selanjutnya, fokus diperluas hingga ke hulu rantai limbah. Ini termasuk pengembangan kemasan ramah lingkungan, peningkatan daur ulang, dan pengurangan penggunaan plastik baru (virgin plastic).
Selain investasi langsung, European Investment Bank (EIB) juga akan memberikan pendanaan berisiko rendah untuk teknologi baru dan proyek inovatif di sektor ini.
Program ini menargetkan wilayah-wilayah dengan kontribusi tinggi terhadap sampah laut, terutama Asia dan Amerika Latin. Asian Development Bank telah bergabung dalam tahap kedua program ini, memberikan dukungan jaringan lokal yang lebih luas.
EIB juga tengah mengadakan pembicaraan dengan Bank Dunia dan Inter-American Development Bank untuk memperluas kerjasama.
Masalah polusi plastik akan kembali menjadi perhatian global pada Agustus mendatang dalam pertemuan lanjutan di Swiss. Forum ini penting setelah kegagalan mencapai kesepakatan global dalam pertemuan sebelumnya di Busan, Korea Selatan, pada Desember tahun lalu.
