Mengamankan Aset Penting, Nawakara Tingkatkan Keamanan dengan Teknologi Terintegrasi
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Dengan semakin pesatnya pembangunan infrastruktur strategis di tanah air, kebutuhan akan sistem keamanan yang adaptif, terintegrasi, dan berbasis teknologi semakin mendesak. Untuk menjawab tantangan ini, PT Nawakara Perkasa Nusantara (Nawakara) meneguhkan komitmennya untuk menyediakan layanan keamanan yang memadukan teknologi mutakhir, tenaga profesional, serta kepatuhan terhadap standar global.
Deputy CEO & Transformation Nawakara, Satria Djaya Najamuddin, mengatakan bahwa pendekatan keamanan untuk sektor infrastruktur strategis tidak bisa lagi hanya bersifat reaktif. Dia menjelaskan bahwa sistem keamanan harus dirancang secara proaktif, terintegrasi, dan adaptif terhadap risiko yang selalu berubah.
“Keamanan infrastruktur strategis memerlukan lebih dari sekadar pengawasan rutin. Sistem keamanan juga harus terintegrasi mulai dari fisik, metode, hingga digital. Nawakara telah memiliki semua sistem tersebut,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (8/6/2025).
Dalam menghadapi tantangan di area dengan aktivitas tinggi dan cakupan luas, Nawakara mengembangkan Integrated Security Solutions, yaitu sistem yang menggabungkan aspek keamanan fisik, teknologi cerdas, dan manajemen risiko dalam satu platform yang saling terhubung. Dengan asesmen risiko yang berkelanjutan dan strategi mitigasi yang tepat, sistem ini mampu mengidentifikasi titik rawan dan mencegah insiden sejak dini.
“Model ini tidak hanya dirancang untuk merespons insiden, tetapi juga mencegahnya sejak awal,” tambah Satria.
Didukung oleh teknologi seperti CCTV analitik, perimeter detection, akses biometrik, hingga command center real-time, sistem keamanan Nawakara dapat memberikan pemantauan cepat sekaligus analisis prediktif atas potensi ancaman. Menurut Satria, klien tidak hanya memperoleh visibilitas penuh terhadap situasi di lapangan, tetapi juga wawasan strategis melalui analisis pola ancaman.
“Efektivitas pengamanan saat ini tidak cukup hanya dengan menempatkan petugas di lapangan. Diperlukan sistem yang dapat menyatukan keunggulan teknologi dan kecermatan manusia secara harmonis,” ujarnya. Dia menambahkan bahwa Nawakara telah berinvestasi pada sistem digital yang mampu memberikan visibilitas penuh terhadap seluruh titik rawan pada area infrastruktur klien.
Teknologi ini diperkuat oleh personel bersertifikat yang memiliki keahlian teknis dan pemahaman atas regulasi keamanan nasional serta prinsip Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).
Nawakara juga aktif berpartisipasi dalam mendukung keamanan berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN), mulai dari fase konstruksi hingga tahap operasional. Solusi yang ditawarkan mencakup asesmen risiko, mitigasi ancaman internal dan eksternal, serta perlindungan terhadap aset fisik dan sistem kritis.
Operasional Nawakara mengacu pada standar internasional seperti ISO 9001 untuk mutu layanan dan ISO 45001 untuk keselamatan kerja, sebagai jaminan efektivitas sekaligus pemenuhan tanggung jawab hukum dan etika.
Beberapa perusahaan besar yang telah menjadi mitra Nawakara antara lain Schlumberger (operasi Jakarta dan Sumatera sejak 2021), Bukit Makmur Mandiri Utama (Kutai Kartanegara dan Kutai Timur sejak 2021), serta Baker Hughes Indonesia (wilayah Duri, Prabumulih, dan Bengkalis sejak 2022).
“Dengan mengombinasikan inovasi teknologi, pengalaman bertahun-tahun di sektor lapangan, kualitas sumber daya manusia, dan kepatuhan terhadap standar internasional, Nawakara terus memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam sektor keamanan nasional,” ujar Satria Djaya.
