Dedi Mulyadi Menghapus PR untuk Pelajar, Ini Tugas Baru Penggantinya
BERITA TERBARU INDONESIA, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi telah mengambil langkah untuk menghapus kebijakan pekerjaan rumah (PR) bagi siswa SMA, SMK, dan SLB mulai tahun ajaran 2025/2026. Sebagai gantinya, PR digantikan dengan penugasan yang bersifat reflektif dan eksploratif.
Kebijakan ini diatur dalam surat edaran yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Pendidikan Jabar, Purwanto, sebagai tindak lanjut dari edaran Gubernur Jawa Barat Nomor: 81/PK.03/DISDIK tentang optimalisasi pembelajaran.
Pemberian tugas, baik secara individu maupun kelompok, diharapkan untuk dioptimalkan selama jam efektif pembelajaran di sekolah, dan tidak membebani siswa dengan tugas pekerjaan rumah (PR) yang bersifat tertulis dari setiap mata pelajaran, berdasarkan isi surat edaran tersebut, Rabu (11/6/2025).
Sebagai penggantinya, sekolah diperintahkan untuk mengarahkan tugas-tugas ke dalam kegiatan yang bersifat reflektif dan eksploratif, seperti proyek pembelajaran yang bertujuan meningkatkan kesadaran siswa terhadap keluarga, alam, dan lingkungan sekitar.
Surat edaran ini juga mengatur bahwa penugasan akademik harus difokuskan untuk memperkuat siswa yang belum mencapai kompetensi minimal, dengan ketentuan maksimal 60 persen dari durasi tatap muka dan dioptimalkan pelaksanaannya di sekolah melalui pembelajaran remedial.
Peserta didik didorong untuk mengembangkan minat dan bakat mereka, baik di rumah maupun di sekolah saat di luar jam belajar efektif. Pengembangan ini mencakup berbagai bidang seperti keagamaan, literasi, seni, olahraga, sains, teknologi, kewirausahaan, dan kegiatan ekstrakurikuler lainnya.
