BERITA TERBARU INDONESIA, TEL AVIV — Konflik antara Israel dan Iran memasuki fase yang lebih intens. Tentara IDF mengincar beberapa fasilitas strategis di Iran. Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balistik ke Tel Aviv dan beberapa area lain di Israel.
Pemerintah Israel berusaha meminimalkan kerusakan dari serangan ini. Pada hari Jumat, Kementerian Energi Israel menutup dua ladang gas alam lepas pantai terbesarnya, yakni ladang Leviathan yang dioperasikan oleh Chevron dari AS dan ladang Karish yang dikelola oleh Energean dari Inggris.
Ladang gas Leviathan terletak di lepas pantai Israel, sekitar 47 kilometer barat daya ladang gas Tamar. Ladang ini sekitar 130 kilometer barat Haifa dengan kedalaman air 1.500 meter di cekungan Levant, sebuah area kaya hidrokarbon yang dikenal sebagai salah satu penemuan gas alam lepas pantai terbesar. Penemuan ini berpotensi mengubah hubungan luar negeri Israel dengan negara-negara seperti Turki dan Mesir. Bersama dengan ladang gas Tamar, Leviathan dianggap sebagai peluang bagi Israel untuk mencapai kemandirian energi di kawasan Timur Tengah.
Pada tahun 2017, Leviathan diperkirakan memiliki cukup gas untuk memenuhi kebutuhan domestik Israel selama 40 tahun, dengan 22 triliun kaki kubik gas alam yang dapat dipulihkan. Produksi komersial gas dimulai pada 31 Desember 2019. Pada tahun 2024, sekitar 90% produksi dari ladang ini diekspor ke Mesir dan Yordania.
Ladang gas Karish terletak di Mediterania Timur, dekat dengan ladang gas Leviathan dan Tamar yang lebih besar. Ladang ini dan Karish memproduksi gas dari formasi geologi Tamar Sands. Awalnya, ladang ini dialokasikan untuk konsorsium perusahaan termasuk Noble Energy (sekarang Chevron) dan Delek. Namun, karena posisi monopoli mereka di pasar Israel, Delek dan Noble dipaksa oleh regulator untuk melepaskan hak mereka di ladang tersebut. Akhirnya, Karish dan ladang gas Tanin yang berdekatan dijual kepada Energean dari Yunani pada tahun 2016 seharga 150 juta dolar AS. Ladang gas Karish dan Tanin diperkirakan mengandung 2-3 triliun kaki kubik gas.
Ladang ini mulai beroperasi pada kuartal ketiga tahun 2022. Setelah kesepakatan untuk menyelesaikan sengketa perbatasan laut antara Israel dan Lebanon, Israel tetap menguasai Karish, dan gas mulai mengalir dari ladang tersebut pada 26 Oktober 2022.
Setelah kesepakatan energi pada Juni 2022 antara Uni Eropa, Mesir, dan Israel, para ahli memperkirakan bahwa gas dari Karish akhirnya akan diekspor ke Eropa, seiring Uni Eropa menghadapi sengketa gas dengan Rusia pada tahun 2022.
