Iran Meminta Irak Mengawasi Wilayahnya untuk Menghindari Penyalahgunaan
BERITA TERBARU INDONESIA, TEHERAN — Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengimbau Irak agar menjaga wilayah darat dan udaranya untuk mencegah Israel memanfaatkannya dalam menyerang Iran. Pernyataan ini diberikan di tengah situasi di mana Iran dan Israel masih saling melancarkan serangan udara.
“Kami menekankan bahwa Pemerintah Irak harus lebih waspada dan menjaga perbatasan serta wilayah udaranya agar wilayah Irak tidak disalahgunakan untuk melawan Republik Islam Iran,” ujar Pezeshkian dalam percakapan telepon dengan Perdana Menteri Irak, Mohammed Shia al-Sudani, pada Ahad (15/6/2025).
Pezeshkian menegaskan bahwa respons Iran terhadap serangan Israel akan lebih tegas dan keras. Menurutnya, sejauh ini respons militer Iran terhadap serangkaian serangan Israel sudah tegas dan tepat.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Aragchi menyatakan bahwa Iran tidak ingin konfliknya dengan Israel meluas ke negara-negara lain di kawasan. Namun, dia mengakui bahwa hal tersebut bisa terjadi jika situasinya memaksa.
“Kami mempertahankan diri; pembelaan kami sepenuhnya sah. Pembelaan ini adalah tanggapan kami terhadap agresi. Jika agresi berhenti, tentu saja tanggapan kami juga akan berhenti,” kata Aragchi dalam sebuah pertemuan dengan para diplomat asing pada Ahad.
Aragchi juga mengklaim bahwa negaranya memiliki bukti bahwa Amerika Serikat mendukung agresi yang dilakukan Israel terhadap Iran pekan ini. “Kami memiliki bukti kuat tentang dukungan pasukan Amerika dan pangkalan Amerika di wilayah tersebut terhadap serangan pasukan militer rezim Zionis,” ujarnya.
Dalam sebuah wawancara dengan ABC News pada Ahad, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa negaranya tidak terlibat dalam konflik yang sedang berlangsung antara Iran dan Israel. “Kami tidak terlibat di dalamnya. Mungkin saja kami bisa terlibat. Namun, saat ini kami tidak terlibat,” ujarnya.
