Mendes Ajak Masyarakat Desa Aktif dalam Suplai Bahan Program MBG
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Pemerintah menggalakkan partisipasi aktif masyarakat desa dalam mendukung program prioritas nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, menegaskan pentingnya peran desa sebagai sumber utama penyedia bahan pangan untuk menjamin keberlanjutan program MBG.
Dalam acara berbagi pengetahuan yang berjudul ‘Desa Berketahanan Pangan dan Iklim’ di Jakarta, Yandri menjelaskan bahwa desa memiliki potensi besar dalam aspek ketahanan pangan.
‘Saya berharap melalui gerakan menanam, kita bisa menyambut program Makan Bergizi Gratis dengan kesiapan penuh. Setiap hari dibutuhkan banyak bahan baku, dan desa dapat menjadi penyedia utamanya,’ katanya berdasarkan rilis yang diterima BERITA TERBARU INDONESIA, Minggu (16/6/2025).
Yandri juga mengungkapkan bahwa saat ini telah ada 190 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di 26 provinsi. Angka ini akan terus bertambah seiring dengan ekspansi program MBG. Dia berharap desa-desa dapat segera memulai program ketahanan pangan berbasis komoditas lokal agar dapat memenuhi kebutuhan dapur-dapur MBG.
‘Di masa depan, akan ada 30 ribu dapur MBG. Ini memerlukan pasokan tomat, cabai, telur, ikan, dan daging ayam dalam jumlah besar. Kalau bukan dari desa, dari mana lagi?’ ujarnya.
Sejalan dengan Yandri, Direktur Pangan dan Pertanian Bappenas, Anang Noegroho, menyatakan bahwa sinergi antara program pemerintah dan gerakan masyarakat desa sangatlah penting.
‘Desa adalah kekuatan utama dalam membangun ketahanan pangan nasional. Jika dikelola dengan baik, desa dapat menjadi penopang utama pasokan pangan untuk program MBG sekaligus meningkatkan kesejahteraan warganya,’ ujar Anang.
Kementerian Desa juga membuka peluang kolaborasi dengan perguruan tinggi, lembaga riset, dan sektor swasta untuk mendorong inovasi dalam pengelolaan pangan desa.
Pendampingan teknologi pertanian, pelatihan kewirausahaan, serta akses pasar yang berkelanjutan akan menjadi kunci agar produksi pangan desa mampu memenuhi standar dan kuantitas yang dibutuhkan program MBG.
Tidak hanya untuk pemenuhan gizi, peran desa dalam program MBG juga diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi lokal yang lebih mandiri dan berdaya saing.
Dengan terserapnya hasil pertanian dan peternakan desa ke dalam rantai pasok nasional, akan tercipta lapangan kerja, peningkatan pendapatan warga, serta tumbuhnya unit-unit usaha baru berbasis pangan.
