Menteri Agama: Hindari Dramatisasi Berlebihan dalam Pelaksanaan Haji
Laporan Jurnalis Teguh Firmansyah dari Makkah, Arab Saudi
Puncak kegiatan pelaksanaan ibadah haji telah selesai. Jamaah haji Indonesia mulai kembali ke Tanah Air. Untuk gelombang pertama, beberapa di antaranya kembali dari Bandara Madinah, sementara sebagian besar terbang dari Jeddah.
- Akses Keuangan Ditingkatkan di 67.000 Desa oleh AgenBRILink
- APHTN HAN dengan Kepengurusan Baru Siapkan Masa Depan Hukum Tata Negara
- Program MBG Melayani 4,97 Juta Warga, Target 82 Juta Akhir Tahun
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan rasa syukur karena pemulangan jamaah hanya mengalami sedikit hambatan sekali, yakni penundaan kurang dari enam jam, yang telah diimbangi dengan pemberian makanan kepada jamaah, di Jeddah, Senin (15/6/2025).
Menag juga bersyukur bahwa semua tahapan ibadah haji dapat dilaksanakan oleh para jamaah. Tidak ada jamaah yang tertinggal di Arafah, kecuali mereka yang sakit parah sehingga harus digantikan. Sementara yang lain bisa mengikuti program Safari Wukuf, yang mana memenuhi syarat-syarat haji.
Menag mengakui adanya beberapa kendala di awal pelaksanaan karena sistem baru, seperti keterlambatan jamaah mendapatkan kamar hotel. Namun, ia memastikan masalah tersebut telah teratasi dengan baik, dan tidak ada jamaah yang terlantar.
Menag mengajak media untuk tetap objektif dalam pemberitaan dan tidak mendramatisasi situasi seolah-olah terjadi sesuatu yang sangat buruk. Ia menekankan pentingnya pemberitaan yang objektif.
Bagi mereka yang sering ke Tanah Suci, selalu ada tantangan seperti kemacetan atau keterlambatan penyediaan makanan. Hal ini merupakan masalah yang sering terjadi setiap tahunnya.
Yang terpenting, menurut Menag, adalah bahwa semua jamaah dapat melaksanakan ibadah haji mereka dengan baik dan tidak ada yang tertinggal di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, kecuali yang digantikan sesuai ketentuan.
Menag juga bersyukur bahwa jumlah jamaah yang wafat tahun ini lebih sedikit dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan 279 orang wafat hingga Ahad (15/6/2025), dibandingkan dengan 298 orang tahun lalu. Menurutnya, ini adalah indikator penting.
