Dukung SDG’s, Unika Atma Jaya Gelar Lokakarya Kreatif di BanggaFest 2025
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — BanggaFest 2025 yang diadakan oleh Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya dari tanggal 12 hingga 14 Juni 2025 menghadirkan berbagai aktivitas kreatif dan edukatif. Salah satu fokus utama acara ini adalah pelestarian lingkungan dan pengenalan budaya lokal. Ini merupakan bagian dari usaha Unika Atma Jaya untuk mendukung Sustainable Development Goals (SDG’s), khususnya tujuan SDG’s nomor 12 ‘Responsible Consumption and Production’ dan nomor 17 ‘Partnership for the Goals’.
Lokakarya Batik Selampe menjadi ajang untuk memperkenalkan batik Betawi Condet kontemporer. Praktisi dari Padepokan Ciliwung Condet hadir langsung untuk membimbing pengunjung dalam mencoba membuat batik.
“Dengan kegiatan membatik ini, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman tentang budaya lokal sehingga masyarakat tidak hanya mengenakan batik tetapi juga memahami proses pembuatannya,” demikian menurut rilis pers Unika Atma Jaya, Rabu (18/6/2025).
Selain Batik Selampe, ada juga lokakarya kipas lukis batik yang dipandu oleh komunitas seni ‘Artventure’. Peserta diajak untuk melukis batik dengan motif mega mendung pada kipas. Aktivitas ini tidak hanya menjadi media eksplorasi seni tetapi juga bertujuan untuk menumbuhkan kreativitas, kepekaan, serta memperkuat kesehatan mental melalui proses berkarya yang menyenangkan.
Lokakarya lainnya adalah Karawitan Jawi, salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Unika Atma Jaya. Lokakarya ini menawarkan sesi musik interaktif yang memungkinkan pengunjung mencoba langsung alat musik tradisional Indonesia seperti gendang, saron, bonang, dan lainnya. Kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam melestarikan seni musik tradisional Nusantara.
Lokakarya menarik lainnya adalah Lilin Mijel dan Eco Enzyme. Pengunjung diajak untuk melihat dan mencoba membuat lilin aromaterapi dari minyak jelantah serta cairan eco enzyme dari bahan limbah organik. Ini memberikan edukasi kepada peserta tentang manfaat limbah rumah tangga yang bisa diubah menjadi produk berguna.
Selain lokakarya, BanggaFest 2025 juga menghadirkan berbagai booth menarik. Salah satunya dari ATMI Cikarang, yang menawarkan produk seperti coaster, gantungan kunci, pot, dan barang lainnya dari daur ulang limbah plastik. Dengan membawa mesin pengolahan, pengunjung dapat melihat dan mencoba mengolah limbah plastik menjadi gantungan kunci secara langsung.
Booth Eco Enzyme, yang didukung oleh empat komunitas (Laudato Si Indonesia, Pepulih, Yayasan Tarakanita, dan Talitha Kum Indonesia), menawarkan produk yang mendukung pelestarian lingkungan. Produk yang ditawarkan termasuk sabun cuci tangan dan body wash eco enzyme buatan siswa/i TK-SMP Tarakanita. Ada juga kerajinan karya disabel seperti celemek, bunga, dan gelang dari barang daur ulang, yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan memanfaatkan daur ulang limbah.
Booth Lovely Hands menampilkan produk kerajinan seperti gelang, boneka, tas rajut, dan dompet rajut yang dibuat oleh orang tua anak berkebutuhan khusus dari keluarga ekonomi lemah. Komunitas Lovely Hands berasal dari Paroki Danau Sunter St Yohanes Bosco dan fokus pada pelayanan untuk anak berkebutuhan khusus. Penjualan produk ini membantu meningkatkan pelayanan Lovely Hands serta menunjukkan keterampilan anak berkebutuhan khusus yang tidak kalah dari anak lainnya.
Dengan kegiatan edukatif dan inspiratif ini, BanggaFest menjadi wadah kolaborasi yang menunjukkan kepedulian terhadap keberlangsungan lingkungan. Kegiatan ini menyebarkan kesadaran tentang kepedulian lingkungan dengan cara yang menarik dan edukatif, memberikan kesan positif kepada pengunjung.
“Harapannya melalui kegiatan ini, pengunjung dapat memahami budaya lokal secara mendalam dan lebih peduli terhadap pelestarian lingkungan. Kegiatan ini menjadi bukti komitmen Unika Atma Jaya sebagai kampus berkelanjutan, inovatif, dan peduli lingkungan.”
