Skip to content
logo-Berita-Terkini-Indonesia

BTI

Liputan Berita Terkini Indonesia

Primary Menu
  • Home
  • pemerintahan
  • Politik dan Hukum
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Hak Asasi Manusia
  • Home
  • Berita
  • Menyoroti Sikap Arogansi Pemimpin Negara G7 terhadap Iran
  • Berita

Menyoroti Sikap Arogansi Pemimpin Negara G7 terhadap Iran

Dedi Saputra Juni 19, 2025
melihat-arogansi-pemimpin-negara-g7-terhadap-iran

Menyoroti Sikap Arogansi Pemimpin Negara G7 terhadap Iran

BERITA TERBARU INDONESIA, BANDUNG — Profesor Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran (Unpad) Teuku Rezasyah menganggap bahwa pernyataan bersama mengenai Iran yang tidak akan pernah memiliki senjata nuklir mencerminkan sikap arogan dari negara-negara Kelompok Tujuh (G7).

“Sikap ini didasari oleh arogansi negara-negara G7 untuk memastikan mereka tetap memegang kendali atas berbagai isu keamanan global, termasuk menentukan siapa yang diperbolehkan dan dilarang memiliki nuklir, baik untuk tujuan damai maupun militer,” ujar Reza saat dihubungi.

Reza berpendapat bahwa pandangan mereka adalah negara di luar G7 kebanyakan tidak stabil, berpotensi berseberangan dengan mereka, dan dapat menimbulkan ancaman di masa depan.

“Jika suatu negara dianggap bersahabat dan dapat diarahkan oleh mereka, maka negara tersebut diperkenankan membangun fasilitas nuklir asalkan memenuhi kriteria NPT, IAEA, dan persyaratan khusus yang ditentukan oleh G7,” tambahnya.

Reza memberikan contoh Iran saat dipimpin oleh Syah Iran dan berperan sebagai sekutu Amerika Serikat, Israel, dan semua negara G7, Iran diizinkan untuk membangun fasilitas nuklir.

Namun, lanjut Reza, saat pemerintahan Syah Iran jatuh dan digantikan oleh Ayatollah Khomeini, Iran menjadi musuh besar mereka sehingga harus dikucilkan dan dilarang memiliki fasilitas nuklir.

Sebelumnya, para pemimpin G7 yang bertemu di Kanada pada hari Senin menyatakan bahwa Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir selama ketegangan di Timur Tengah terus memanas.

Melalui pernyataan bersama, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat menegaskan bahwa Iran adalah sumber utama ketidakstabilan dan teror di kawasan tersebut.

Continue Reading

Previous: Pangkalpinang Memerlukan Pemimpin Visioner, Inilah Dukungan Jarnas for Gibran Bangka Belitung
Next: BWF Setujui Permohonan Perlindungan Peringkat untuk Daniel Marthin

Related News

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
auto7slot auto7slot auto7slot

You may have missed

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
viral-meme-tanah-nganggur-diambil-negara-menteri-nusron-minta-maaf-ini-penjelasan-maksudnya
  • Berita

Meme Tanah Nganggur Jadi Viral, Menteri Nusron Meminta Maaf, Berikut Penjelasannya

Dedi Saputra Agustus 12, 2025
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.