Iran Mengincar Fasilitas Nuklir Dimona Israel, Perintahkan Evakuasi
BERITA TERBARU INDONESIA, TEHERAN — Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran telah mengeluarkan perintah evakuasi bagi penduduk di Dimona, tempat di mana fasilitas nuklir utama Israel berada di Gurun Negev, menurut laporan dari media Israel. Perintah tersebut menyatakan bahwa ‘Penduduk harus segera mengevakuasi reaktor Dimona.’
Fasilitas nuklir Dimona terletak di Gurun Negev, di bagian selatan Israel, sekitar 13 kilometer tenggara kota Dimona, dan sekitar 30 kilometer dari Laut Mati.
- Indonesia Gabung BRICS, Volume Perdagangan dengan Rusia Melonjak 40 Persen
- Prabowo Puji Rusia: Indonesia Baru Merdeka Sudah Bantu Kami
- TNI Evakuasi 115 WNI di Iran dan 11 di Israel Lewat Baku, Azerbaijan
Secara resmi, lokasi itu dikenal sebagai Pusat Penelitian Nuklir Negev. Meskipun Israel menyebutnya sebagai fasilitas penelitian, tempat ini diyakini menjadi pusat dari program senjata nuklir zionis.
Dilaporkan bahwa Israel mulai membangun fasilitas ini pada tahun 1958. Sebuah laporan intelijen AS yang telah dideklasifikasi dari Desember 1960, yang disusun oleh Komite Intelijen Energi Atom Gabungan, menyebutkan bahwa kompleks Dimona mencakup pabrik pemrosesan ulang yang dirancang untuk menghasilkan plutonium, bahan utama senjata nuklir.
Di akhir tahun 1960-an, Israel secara diam-diam telah mengembangkan kemampuan untuk memproduksi bahan peledak nuklir, menurut Arms Control Association.
Pada tahun 1973, Amerika Serikat telah yakin bahwa Israel telah mengembangkan senjata nuklir, sebagaimana dicatat oleh Federasi Ilmuwan Amerika. Hingga saat ini, Israel masih berada di luar kerangka Perjanjian Non-Proliferasi.
IAEA belum pernah memeriksa fasilitas Dimona. Tidak ada perjanjian yang mengizinkan inspeksi tersebut.
