Tahun Baru Islam: Tiga Makna Hijrah yang Perlu Dipahami
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Umat Islam kini telah memasuki bulan Muharram, bulan pertama dalam kalender Hijriyah.
KH Masyhuril Khamis, sebagai Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Al-Washliyah, menyebut bahwa peristiwa hijrah adalah titik penting dalam perjalanan risalah Islam dan juga strategi penyebaran dakwah Islam.
Kiai Masyhuril menjelaskan, hijrah memiliki tiga makna. Pertama, hijrah makaniyah, yaitu perpindahan kaum Muslimin yang telah dibina di Makkah oleh Rasulullah SAW menuju Madinah, dahulu dikenal sebagai Yatsrib. Ini juga dikenal sebagai hijrah insaniyah.
Kedua, hijrah qalbiyah atau hijrah maknawiyah, yaitu hijrah untuk memperbaiki kualitas nilai-nilai ketaqwaan. Hijrah ini juga dikenal sebagai hijrah tsaqafiyah atau hijrah dari budaya jahiliyah menuju budaya islamiyah.
Ketiga, hijrah jihadiyah, yaitu hijrah untuk dakwah islamiyah atau disebut juga hijrah islamiyah, di mana seluruh umat Islam harus berserah diri kepada Allah SWT.
Setelah hijrah, Rasulullah membangun kota Madinah sebagai pusat cahaya kebenaran dan kemenangan, yang dikenal sebagai Madinah Al Munawwarah.
Kiai Masyhuril menambahkan, ada empat hal penting yang dilakukan Rasulullah SAW. Pertama, membangun masjid Quba dan masjid Nabawi dengan tujuan menanamkan nilai-nilai taqwa, kebersamaan, persatuan, dan persaudaraan.
Kedua, memperkuat ikatan persaudaraan antara Muhajirin dan Anshar sebagai landasan membangun umat yang kuat.
