Trump Sebut Jumlah Fasilitas Nuklir Iran
BERITA TERBARU INDONESIA, TEHERAN — Iran mungkin memiliki empat fasilitas nuklir utama, meskipun salah satunya dinilai kurang signifikan. Hal ini diungkapkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Minggu (30/6/2025).
“Kami menyadari bahwa mereka memiliki beberapa situs, kemungkinan tiga ditambah satu lagi, namun yang utama adalah tiga di antaranya, dan kami tahu mereka harus menyerahkannya,” ujar Trump dalam wawancaranya dengan Fox News.
- Menpora Harap Kejurnas Junior MilkLife Archery Challenge 2025 Hasilkan Bakat Terbaik
- Sebanyak 10.678 Orang Kunjungi Kepulauan Seribu di Libur Tahun Baru Islam
- Produk Nonhalal dari luar Negeri Wajib Diberi Label tidak Halal, Tegas BPJPH
Namun, Presiden AS tersebut tidak merinci fasilitas mana yang dimaksudnya.
Pada 22 Juni, AS menyerang tiga fasilitas nuklir Iran yaitu Natanz, Fordow, dan Isfahan, yang memicu Teheran untuk meluncurkan serangan rudal ke Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar pada Senin (23/6/2025).
Trump menyatakan pada Senin malam waktu setempat bahwa Israel dan Iran telah sepakat untuk melakukan gencatan senjata yang, setelah 24 jam, akan menjadi akhir resmi dari “perang 12 hari.”
Pada Selasa (25/6/2025), Trump mengumumkan bahwa gencatan senjata antara Iran dan Israel telah berlaku, dan mendesak kedua pihak untuk tidak melanggarnya.
Israel memulai operasi besar-besaran terhadap Iran pada dini hari 13 Juni, menuduh Teheran menjalankan program nuklir militer secara rahasia. Teheran membalas dengan meluncurkan Operasi True Promise 3 pada hari yang sama, yang menargetkan sasaran militer di Israel.
Iran menyangkal bahwa program nuklirnya bertujuan militer, sebuah klaim yang didukung oleh Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, yang mengatakan pekan lalu bahwa IAEA tidak memiliki bukti konkret bahwa Iran menjalankan program senjata nuklir aktif.
