Tiga Tingkatan Kesabaran
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Walaupun mudah untuk diucapkan, menerapkan kesabaran bukanlah hal yang simpel. Oleh sebab itu, seorang Muslim perlu memahami bahwa memiliki kesabaran dalam hati adalah salah satu pilar keimanan. Kesabaran mencerminkan kualitas iman seseorang.
Allah SWT menyayangi para shabirin, yakni orang-orang yang bersabar. Ingatlah firman-Nya dalam surah Ali Imran ayat 146, yang artinya, “Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar.” Ganjaran bagi orang-orang Mukmin yang bersabar dijelaskan oleh Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadis, “Bersabarlah kalian sampai kalian bertemu denganku di atas kolam surga.”
Taat kepada Allah
Ada tiga jenis atau bentuk kesabaran. Yang pertama adalah bersabar dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah SWT. Bersabar dalam rangka taat kepada Allah tidak hanya dilakukan dengan melaksanakan ibadah dan menjauhi maksiat. Yang paling penting adalah meluruskan niat untuk ikhlas hanya karena-Nya.
Para alim ulama berpendapat bahwa sabar dalam hal ini adalah tingkat tertinggi. Seorang Mukmin bersabar ketika menjalankan ketaatan, dengan sebaik mungkin mengikuti tuntunan Rasulullah SAW. Ia juga tidak bersikap ujub atau membanggakan ibadah yang telah dilakukannya. Sebab, ia menyadari bahwa ibadah akan sia-sia bila tidak diniatkan untuk Allah.
Hindari Maksiat
Tingkat kedua adalah bersabar dalam menahan diri dari melakukan segala hal yang diharamkan Allah SWT. Seorang Mukmin dengan kesabaran tersebut meyakini sepenuh hati bahwa Allah Maha Melihat. Ia merasa malu jika terlintas keinginan untuk bermaksiat, apalagi ketika memikirkan balasan di akhirat bagi para pelaku maksiat.
Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang meninggalkan kehinaan maksiat untuk menuju kemuliaan taat, maka Allah akan membuatnya kaya tanpa harta, menguatkannya tanpa tentara, dan membuatnya berjaya tanpa massa pendukung” (HR Baihaqi).
Tidak melakukan maksiat dengan berbagai nikmat yang telah Allah berikan—seperti kaki untuk berjalan atau mata untuk melihat—lebih baik daripada taat kepada-Nya dengan menggunakan semua nikmat tersebut. Karena di situlah kesabaran bekerja.
