Keluarga Meminta Autopsi Ulang Jasad Juliana Marins di Brasil
BERITA TERBARU INDONESIA, NITERIO — Pihak keluarga dari Juliana Marins, seorang turis asal Brasil yang meninggal setelah terjatuh dari tebing saat melakukan pendakian di Gunung Rinjani, meminta agar jasad wanita berusia 26 tahun tersebut diautopsi ulang. Pemerintah Brasil telah menyetujui permintaan autopsi ulang ini.
Pada Senin (30/6/2025), Kantor Jaksa Agung Brasil menyampaikan persetujuan terhadap permintaan dari keluarga Marins untuk melakukan autopsi ulang. “Dengan bantuan dari kantor manajemen Kota Niterio, kami menghubungi Kantor Federal Pertahanan Publik yang segera mengajukan surat permintaan untuk autopsi baru terkait kasus saudari kami, Juliana Marins. Kami memiliki keyakinan pada kehakiman federal Brasil dan berharap mendapatkan keputusan positif dalam beberapa jam ke depan,” ujar Mariana Marins, saudara Juliana, melalui akun Instagramnya sebagaimana dikutip dari Folha De S.Paulo.
Dalam wawancara yang dilakukan pada Jumat pekan lalu, seorang dokter forensik menyampaikan hasil autopsi yang menunjukkan bahwa Juliana mengalami trauma akibat benda tumpul yang menyebabkan kerusakan dan pendarahan pada organ dalam. Berdasarkan bukti yang ada, korban diperkirakan meninggal tidak lama setelah terjatuh, sekitar 20 menit kemudian.
Diperkirakan setelah insiden pertama jatuh dari tebing di Rinjani, Juliana kembali mengalami jatuh beberapa hari kemudian di lokasi tempat dia beristirahat. Hipotesis utama dari autopsi pertama mengindikasikan insiden tambahan ini menyebabkan cedera yang berujung pada kematiannya. Ahli forensik di Indonesia memperkirakan bahwa Juliana meninggal pada Selasa (24/6/2025) atau Rabu (25/6/2025).
