Abdullah bin Umar dan Penolakannya terhadap Jabatan Hakim
BERITA TERBARU INDONESIA, MAKKAH — Abdullah bin Umar, yang lebih dikenal dengan sebutan Abu Abdurrahman, dilahirkan 10 tahun sebelum hijrah.
Abdullah bin Umar adalah seorang sahabat yang dikenal dengan keberaniannya dan suaranya yang lantang. Ia adalah pengikut setia jejak, tradisi, dan sunnah Rasulullah SAW.
Abdullah bin Umar adalah sahabat Nabi Muhammad SAW yang sangat berhati-hati dalam meriwayatkan hadits. Ia tidak akan menambah atau mengurangi, meskipun hanya satu huruf.
Abdullah juga sangat hati-hati dalam memberikan fatwa hukum, sehingga ia menghindari melakukan ijtihad.
Pada masa Khalifah Utsman bin Affan, Abdullah bin Umar diusulkan untuk menjadi hakim. Namun, ia menolak tawaran tersebut.
Abdullah bin Umar menjelaskan bahwa hakim dapat dibagi menjadi tiga kelompok. Pertama, hakim yang menghakimi tanpa dasar ilmu, maka tempatnya adalah neraka.
Kedua, hakim yang menghakimi didorong oleh hawa nafsu, maka ia juga di neraka. Ketiga, hakim yang berkeputusan berdasarkan ijtihad, ia berada di garis tengah, tidak mendapat pahala maupun dosa.
Setelah mendengar penjelasan tersebut, Khalifah Utsman bin Affan menerima alasan Abdullah bin Umar untuk menolak jabatan hakim.
Hal ini dilansir dari buku Tokoh-Tokoh Besar Islam Sepanjang Sejarah yang ditulis oleh Syaikh Muhammad Sa’id Mursi dan diterjemahkan oleh Khoirul Amru Harahap Lc serta Achmad Faozan Lc, dan diterbitkan oleh Pustaka Al-Kautsar pada tahun 2007.
Dikisahkan, Abdullah bin Umar ikut berhijrah dari Makkah ke Madinah bersama ayahnya, Umar bin Al-Khathab.
Dalam perang Badar, Abdullah bin Umar ingin berjuang bersama ayahnya untuk jalan Allah SWT. Namun, Rasulullah SAW menyarankannya untuk pulang karena saat itu ia masih berusia 13 tahun.
Abdullah bin Umar telah meriwayatkan 2.630 hadits dari Nabi Muhammad SAW. Salah satunya, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah menerima tobat hamba-Nya selama nyawanya belum sampai di tenggorokan.” (HR At-Tirmidzi)
Abdullah bin Umar wafat pada tahun 73 Hijriyah di usia 85 tahun. Ia adalah sahabat terakhir yang meninggal di Makkah.
