Menhub Langsung Awasi Evakuasi KMP Tunu Pratama, Investigasi KNKT Diminta
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi secara langsung memantau proses evakuasi KMP Tunu Pratama Jaya di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, pada Kamis malam. Menhub meminta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk menyelidiki penyebab kecelakaan KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali pada Rabu.
“Keselamatan penyebrangan adalah prioritas utama. Karena itu, saya sudah meminta KNKT untuk melakukan penyelidikan terkait penyebab kecelakaan dan berkomitmen mencegah terulangnya kejadian serupa,” ujar Dudy dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Jumat.
- Jenazah Korban KMP Tunu Pratama Jaya Diserahkan ke Keluarga, Ini Daftarnya
- 6 Korban Meninggal Tenggelamnya KMP Tunu Diserahkan ke Pihak Keluarga
- Satu Helikopter dan Tim Penyelam Dikerahkan Cari penumpang KMP Tunu
Dudy juga menginstruksikan tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI/Polri, Syahbandar, KPLP, ASDP, serta unsur terkait lainnya untuk melanjutkan dan mempercepat pencarian korban. Ia berharap pencarian tersebut dapat menemukan lebih banyak korban yang selamat. Namun demikian, Dudy meminta semua pihak untuk bersabar.
“Kita memiliki golden time yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk pencarian dan pertolongan korban KMP Tunu Pratama Jaya. Kami berharap bisa menemukan lebih banyak lagi penumpang yang selamat,” lanjut Dudy.
Menhub menjelaskan bahwa jumlah penumpang KMP Tunu Pratama Jaya tercatat sebanyak 53 orang, sedangkan awak kapal berjumlah 12 orang. Total kendaraan yang diangkut mencapai 22 unit. “Hingga malam ini, korban selamat yang berhasil ditemukan oleh tim gabungan berjumlah 29 orang, sementara yang meninggal dunia enam orang. Atas nama pemerintah, saya menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Bagi korban yang selamat, saya berdoa agar segera diberi kesembuhan,” ucap Dudy.
Terkait penumpang kapal yang tidak terdaftar dalam manifes, Dudy menyebutkan pihaknya akan melakukan konfirmasi dan verifikasi ulang untuk memastikan kebenarannya. “Kami akan melakukan verifikasi untuk memastikannya, termasuk apakah ada penumpang yang selamat namun belum melapor,” lanjut Dudy.
Menhub mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian dan pertolongan. Ia pun berpesan kepada seluruh petugas untuk tetap mengutamakan keselamatan di lapangan. “Mengingat kondisi cuaca di Selat Bali yang kurang bersahabat, saya meminta seluruh petugas untuk tetap memperhatikan faktor keselamatan. Semoga kerja sama dari seluruh tim gabungan memberikan hasil yang maksimal,” kata Dudy.
Ke depan, Menhub mengajak seluruh pihak, termasuk operator penyebrangan dan masyarakat, untuk bersama-sama memperkuat budaya keselamatan di sektor penyebrangan. Dudy berjanji akan memberikan informasi terkini kepada publik seiring perkembangan penanganan insiden.
KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di Selat Bali pada Rabu saat berlayar dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Kapal yang mengangkut 53 penumpang, 12 awak, dan 22 unit kendaraan tersebut mengalami insiden di tengah cuaca buruk dan gelombang tinggi. Dugaan awal menyebutkan gangguan teknis dan kelebihan muatan sebagai pemicu kecelakaan, namun penyebab pastinya masih menunggu hasil investigasi dari KNKT.
