Waspada, Nikmat Berlimpah Meski Sering Bermaksiat
BERITA TERBARU INDONESIA, BOGOR — Apakah Anda pernah merasa hidup monoton? Sementara banyak orang yang kerap berbuat maksiat seperti zina, mabuk, atau korupsi, justru hidup nyaman dan kaya raya.
Dalam ajaran Islam, setiap perbuatan memiliki balasannya, termasuk bagi mereka yang terus bermaksiat namun menikmati kenyamanan dan kekayaan. Sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Qayyim al Jauziyah dalam kitab Ad Da’u wa ad-Dawa, orang-orang seperti ini harus berhati-hati karena bisa jadi itu adalah istidraj dari Allah.
“Jika engkau melihat Allah memberikan nikmat secara terus menerus sementara engkau tetap melakukan maksiat, waspadalah. Itu adalah istidraj dari Allah, di mana Dia memenuhi keinginanmu agar engkau semakin terjerumus dalam kemaksiatan,” jelas Ibnu Qayyim.
Menurut asy-Syeikh Abdullah bin Alawi al-Haddad dalam bukunya Risalah Mu’awanah, siapa pun yang terus menikmati nikmat meski bergelimang dalam maksiat sebenarnya sedang ditarik menuju kebinasaan secara perlahan oleh Allah Swt.
Firman Allah Swt: “Nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur ke arah kebinasaan, dengan cara yang tidak mereka ketahui.” (QS. al-A’raf: 182)
Allah juga berfirman: “Sesungguhnya Kami memberi tangguh kepada mereka hanya supaya bertambah dosa mereka.” (QS. Ali-Imran: 178)
Allah menangguhkan siksa bagi orang-orang zalim, dan ketika waktu siksaan tiba, mereka tidak akan terlepas darinya. Oleh karena itu, mensyukuri nikmat dan berterima kasih kepada Allah adalah cara kita mendekatkan diri kepada-Nya dan memohon pertolongan-Nya.
Hendaknya kita selalu menghargai nikmat, sekecil apa pun itu. Allah Swt berfirman kepada Nabi-Nya: “Jika Aku memberimu bahkan sebutir biji yang berulat, ketahuilah bahwa Aku masih mengingatmu, maka bersyukurlah kepada-Ku.”
Menyebut nikmat Allah atas diri kita bukan berarti menyombongkan diri, baik nikmat terkait agama atau dunia. Setiap amal tergantung pada niat, dan kita harus meneladani para salaf dalam segala kebaikan.
Dalam Sunan Tirmidzi disebutkan sabda Rasulullah: “Sesungguhnya Allah memberikan dunia kepada orang yang Dia cintai dan yang tidak Dia cintai, namun Dia hanya memberikan keimanan kepada yang Dia cintai.”
Seorang Salaf berkata, “Mungkin orang yang diberi nikmat tidak menyadari bahwa itu adalah istidraj, mungkin dia tertipu oleh pandangannya sendiri, atau terlena oleh pujian orang lain tanpa menyadarinya.”

Infografis Tiga Perbuatan Maksiat yang Balasannya Disegerakan
