Sistem Online Menggantikan Job Fair Tatap Muka di Cimahi
BERITA TERBARU INDONESIA, CIMAHI — Asep Jayadi, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Cimahi, menyatakan bahwa Kota Cimahi kini tidak memerlukan lagi bursa kerja atau job fair yang dilaksanakan secara tatap muka. Ia berpendapat bahwa job fair tatap muka kurang efektif dalam mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan.
“Job fair sebenarnya tidak efektif. Job fair adalah ketika ada pekerjaan yang akan dipasarkan oleh perusahaan. Nah, ketika kita meminta ke perusahaan dan ternyata tidak ada lowongan, lalu pekerjaan apa yang akan kita sajikan?” ujar Asep pada Sabtu (5/7/2025).
Menurutnya, bursa kerja hanya akan menimbulkan tekanan besar bagi penyelenggara maupun perusahaan yang diharapkan membuka lowongan kerja. Padahal, tidak semua perusahaan sedang melakukan rekrutmen.
Ketakutan terbesar berasal dari kemungkinan perusahaan mengirimkan lowongan kerja fiktif hanya untuk memenuhi permintaan program pemerintah. Akibatnya, ribuan pelamar bisa datang, tetapi tidak ada yang diterima kerja karena lowongan tersebut tidak nyata. “Yang akhirnya ditakutkan oleh perusahaan adalah mengirim lowongan palsu,” kata Asep.
Di sisi lain, Dinas Tenaga Kerja Kota Cimahi telah mengembangkan proyek yang dapat menghubungkan perusahaan dan pencari kerja. Asep menyebut platform tersebut ‘SIDAKEPTri’, yaitu Sistem Data Ketenagakerjaan dan Pelatihan Terintegrasi yang menyajikan informasi lowongan kerja secara real-time.
Melalui platform ini, hanya perusahaan yang benar-benar membutuhkan tenaga kerja yang akan memasang iklan lowongan, tanpa tekanan untuk berpura-pura membuka rekrutmen. Asep menegaskan bahwa langkah beralih ke sistem online bukan hanya soal efisiensi biaya, tetapi juga soal akurasi kebutuhan kerja dan kenyamanan bagi perusahaan serta pelamar.
Dengan adanya sistem online tersebut, Asep yakin akan mengurangi tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kota Cimahi yang mencapai 8,97 persen atau 27.979 jiwa pada tahun 2024. Angka itu menempatkan Kota Cimahi sebagai daerah dengan persentase pengangguran tertinggi di Jawa Barat.
Data ini dirilis dari hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Meski menduduki peringkat tertinggi, angka pengangguran di Kota Cimahi mengalami penurunan dibandingkan tahun 2023 yaitu 10,52 persen atau 33.192 jiwa.
“Di samping ruang lingkupnya juga, situasi dan kondisinya seperti itu. Lebih efektif, lebih bagus pakai sistem aplikasi atau online saja,” katanya.
