Skip to content
logo-Berita-Terkini-Indonesia

BTI

Liputan Berita Terkini Indonesia

Primary Menu
  • Home
  • pemerintahan
  • Politik dan Hukum
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Hak Asasi Manusia
  • Home
  • lingkungan
  • Cuaca Ekstrem Timbulkan Kerugian Rp 13.800 Triliun di Eropa Sejak 1980
  • lingkungan

Cuaca Ekstrem Timbulkan Kerugian Rp 13.800 Triliun di Eropa Sejak 1980

Andi Pratama Juli 7, 2025
cuaca-ekstrem-rugikan-eropa-rp-13800-triliun-sejak-1980

Kerugian Dihasilkan Cuaca Ekstrem di Eropa Sejak 1980

BERITA TERBARU INDONESIA, BRUSSELS — Badan Lingkungan Eropa (EEA) melaporkan bahwa cuaca ekstrem dan peristiwa terkait iklim telah menyebabkan kerugian besar di Eropa dari tahun 1980 hingga 2023. Menurut laporan terbaru dari EEA, selama periode ini, cuaca ekstrem telah menimbulkan kerugian sebesar 790 miliar euro di Eropa.

Laporan yang dirilis pada Ahad (7/6/2025) menunjukkan bahwa Jerman mengalami kerugian terbesar, mencapai 180 miliar euro. Italia mengikuti dengan kerugian sebesar 135 miliar euro, diikuti oleh Prancis dengan 130 miliar euro, dan Spanyol yang mengalami kerugian sebesar 97 miliar euro.

Negara-negara kecil di Eropa juga mengalami kerugian besar akibat cuaca ekstrem. Jerman, Italia, Prancis, dan Spanyol diikuti oleh enam negara Eropa lainnya seperti Austria, Belgia, Ceko, Portugal, Romania, dan Slovenia dengan kerugian antara 12 hingga 15 miliar euro.

Badan Perubahan Iklim PBB (IPCCC) memperkirakan bahwa cuaca ekstrem di seluruh dunia akan semakin sering dan intensif seiring dengan meningkatnya pemanasan global. Banjir dan gelombang panas menjadi penyebab utama kerugian ekonomi di seluruh Eropa.

Walaupun dampak cuaca ekstrem cukup besar bagi negara-negara kaya dan maju, kerugian ekonomi akibat cuaca ekstrem lebih terasa di negara-negara kecil dan berkembang. Negara-negara kaya dapat mengalokasikan anggaran besar mereka untuk pemulihan dan persiapan menghadapi cuaca ekstrem berikutnya demi mengurangi kerugian ekonomi. Sementara itu, negara-negara kecil dan berkembang kesulitan mendanai pemulihan bencana dan upaya mitigasi.

Kerugian di negara-negara Eropa barat dan tengah seperti Slovenia, Belgia, dan Jerman lebih besar per kilometer persegi. Sementara itu, kerugian di negara-negara Eropa timur dan utara seperti Finlandia dan Estonia lebih rendah.

Continue Reading

Previous: Halusinasi: Bukan Sekadar Khayalan, Bisa Menjadi Ancaman Serius
Next: Nilai Hujan Menurut Alquran

Related News

monyet-gemoy-buat-resah-warga-kota-cimahi
  • lingkungan

Monyet Besar Ganggu Warga Kota Cimahi

Dewi Anjani Agustus 11, 2025
truk-terguling-diduga-jadi-penyebab-munculnya-busa-di-sungai-cimeta-2
  • lingkungan

Truk Terguling Diduga Menjadi Sumber Busa di Sungai Cimeta

Siti Nurhaliza Agustus 10, 2025
kapolri-sebut-modifikasi-cuaca-efektif-tekan-karhutla-di-kalbar
  • lingkungan

Kapolri Sampaikan Keberhasilan Modifikasi Cuaca dalam Mengurangi Karhutla di Kalbar

Maya Lestari Agustus 8, 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
auto7slot auto7slot auto7slot

You may have missed

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
viral-meme-tanah-nganggur-diambil-negara-menteri-nusron-minta-maaf-ini-penjelasan-maksudnya
  • Berita

Meme Tanah Nganggur Jadi Viral, Menteri Nusron Meminta Maaf, Berikut Penjelasannya

Dedi Saputra Agustus 12, 2025
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.