Berita Terkini Indonesia, JAKARTA — Wakil Ketua Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Syaiful Huda, meminta Kementerian Perhubungan untuk melakukan penyelidikan menyeluruh terkait insiden tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya di perairan Selat Bali. Hingga enam hari setelah kejadian, korban KMP Tuna Pratama tercatat 6 meninggal dunia, 27 masih hilang, dan 30 orang berhasil diselamatkan.
“Setiap nyawa sangat berharga. Kehilangan 6 nyawa dan 27 orang yang belum ditemukan dalam insiden ini menunjukkan bahwa perlindungan terhadap penumpang kapal masih sangat lemah. Penyelidikan menyeluruh harus dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti dari kejadian ini,” ujar Syaiful Huda dalam keterangannya, Senin (7/7/2025).
KMP Tunu Pratama Jaya dilaporkan tenggelam pada Rabu malam (2/7/2025) setelah berangkat dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, pukul 23.05 WIB menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Sepuluh menit setelah keberangkatan, nakhoda kapal mengirimkan sinyal darurat (kode merah) akibat kebocoran di ruang mesin. Empat menit kemudian, kapal mengalami mati listrik (blackout) dan tenggelam pada pukul 23.22 WIB. Tim SAR gabungan saat ini terus dikerahkan secara intensif untuk mencari korban yang hilang.
Huda, panggilan akrab Syaiful Huda, menyoroti pentingnya evaluasi terhadap sistem perizinan pelayaran, termasuk verifikasi dokumen Surat Persetujuan Berlayar (SPB) yang menjadi syarat mutlak kapal untuk dapat beroperasi. Menurutnya, melihat dari cepatnya proses tenggelamnya kapal, ada dugaan kuat bahwa tidak ada inspeksi keamanan sebelum kapal berangkat.
“Jika terjadi kebocoran di ruang mesin, perlu diteliti apakah ada kelalaian dalam pemeriksaan kelayakan sebelum keberangkatan,” tegasnya.
