Lana Del Rey: Doa Saya Menyertai Palestina Setiap Hari
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Penyanyi asal Amerika Serikat, Lana Del Rey, kembali menunjukkan dukungannya kepada rakyat Palestina di tengah konflik yang masih berlangsung di kawasan tersebut. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Del Rey menyatakan bahwa dia senantiasa berdoa untuk Palestina.
Pernyataan ini disampaikan Del Rey di kolom komentar sebuah unggahan terkait bencana banjir besar yang melanda Texas. Dalam kolom komentar tersebut, ia menambahkan bahwa isu Palestina tetap menjadi fokus perhatiannya.
Dukungan Terhadap Palestina
“Dan ya, tentunya kami berdoa untuk Palestina setiap hari. Saya berharap tercipta perdamaian di antara semua bangsa dan saya terus mengikuti kabar terbaru terkait konflik Israel-Palestina,” ungkap musisi yang bernama lengkap Elizabeth Woolridge Grant tersebut.
Del Rey mengungkapkan bahwa dirinya telah mempelajari konflik tersebut secara mendalam dan berharap sebuah perjanjian damai dapat tercapai di masa depan. Ia juga menyampaikan keprihatinannya melihat korban jiwa dari kalangan sipil.
“Sangat sulit melihat korban tak bersalah yang meninggal akibat kejahatan perang. Ini adalah konflik yang telah saya pelajari dengan sungguh-sungguh. Sulit dipercaya bahwa hingga kini belum ada solusi yang nyata,” katanya.
Dalam pernyataan yang sama, pelantun “Summertime Sadness” itu menyadari bahwa sikap politik seperti ini kerap kali menimbulkan beragam respons. Namun, ia menegaskan bahwa pandangannya merupakan kebenaran pribadi yang ia yakini.
“Tidak ada cara mengutarakan hal ini yang bisa menyenangkan semua pihak, tetapi ini adalah pandangan saya sendiri,” ujar Del Rey.
Ini bukan kali pertama Del Rey menyoroti isu Palestina. Pada 2018, ia membatalkan penampilannya di sebuah festival musik di Tel Aviv setelah mendapat tekanan dari kelompok pendukung gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS). Awalnya, ia menyatakan bahwa keikutsertaannya tidak dimaksudkan untuk menyampaikan pesan politik, melainkan untuk menyebarkan energi positif melalui musik. Namun, akhirnya ia memutuskan untuk menunda penampilannya.
“Penting bagi saya untuk tampil di Palestina dan Israel, dan memperlakukan semua penggemar saya secara setara,” katanya pada waktu itu.
