Kementerian BUMN dan Danantara Percepat Pengelolaan Aset Negara
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, menyatakan bahwa Kementerian BUMN bersama Danantara berupaya mempercepat pengelolaan aset atau barang milik negara (BMN). Erick mengungkapkan bahwa hal ini telah menjadi topik diskusi antara Kementerian BUMN, Danantara, dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
“Ada sesuatu yang ingin kami tawarkan. Hasil diskusi dengan Danantara dan Kemenkeu kemarin menunjukkan bahwa barang milik negara yang sebelumnya di Kemenkeu kini sudah di Danantara. Oleh karena itu, transfer aset ini harus dipercepat,” ujar Erick saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (8/7/2025).
Erick menambahkan bahwa Danantara telah mendapatkan kepercayaan kemitraan dari berbagai negara, termasuk Arab Saudi, Qatar, Cina, hingga Rusia. Erick berharap bahwa proses pengelolaan BMN dapat segera dipercepat guna memperkuat posisi Danantara.
“Jangan sampai ada investasi yang terganjal karena menunggu persetujuan selama enam bulan hingga empat tahun, yang pada akhirnya menghambat investasi,” kata Erick.
Erick menyampaikan bahwa upaya ini sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di atas enam persen, yang memerlukan investasi senilai Rp7.500 triliun.
“Memang tidak semuanya ada di Danantara, tetapi dari valuasi aset Danantara, jangan sampai barang milik negara ini menjadi penghalang investasi, karena payung hukumnya sudah ada di Danantara,” lanjut Erick.
Erick juga menyatakan bahwa dirinya terus melakukan komunikasi intensif dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Menurut Erick, Menkeu pada dasarnya terbuka dan mendukung hal tersebut.
“Beliau prinsipnya terbuka, tinggal kita coba jajaki hal-hal tersebut dan kami juga menyadari ada barang milik negara yang memang tidak dimiliki semua kementerian/lembaga. Dari hasil deteksi kami, ada BMN yang dimiliki KL namun tidak ingin memiliki barang ini. Mungkin karena kasus sengketa atau masalah lain. Ini sayang menurut kami,” tutur Erick.
