Perkembangan Penulisan Alquran dan Aksara Arab Dipamerkan di Sharjah
BERITA TERBARU INDONESIA, SHARJAH — Perpustakaan Umum Sharjah mengadakan Pameran Perkembangan Aksara Arab yang diselenggarakan di Mal Al Rahmaniyah dan berlangsung hingga 20 Juli 2025.
Pameran ini merupakan hasil kolaborasi dengan Akademi Al-Qur’an di Sharjah, menelusuri perkembangan aksara Arab selama lebih dari 14 abad, dari bentuk awal yang abstrak hingga menjadi salah satu sistem penulisan yang paling ekspresif di dunia.
Pameran ini dibuka setiap hari dari pukul 10.00 hingga 22.00, menawarkan wawasan mendalam mengenai perkembangan sejarah yang membentuk tulisan Arab, dengan menyoroti perubahan penting seperti pengenalan tanda diakritik, penyempurnaan gaya kaligrafi, dan peningkatan aksara Arab melalui penggunaannya dalam Alquran.
Transformasi ini telah menjadikan aksara Arab sebagai media penyampaian pengetahuan serta ekspresi artistik, yang melestarikan identitas budaya dari generasi ke generasi. Pameran ini menegaskan peran penting Alquran dalam standarisasi dan peningkatan bahasa Arab.
Melalui ketepatan linguistik dan estetika yang unggul, Alquran telah secara signifikan memengaruhi perangkat penulisan dan pelafalan, membantu bahasa Arab berkembang menjadi bahasa yang kaya dan fasih.
Manuskrip dan artefak langka dari koleksi Akademi Alquran yang dipamerkan menggambarkan keragaman artistik kaligrafi Arab. Pameran ini mengungkap bagaimana tulisan tersebut telah melestarikan warisan dan menjadi cerminan dari pergeseran sosial dan intelektual di dunia Arab dan Islam.
Eman Bushulaibi, Direktur Perpustakaan Umum Sharjah, menyatakan, “Pameran ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan perpustakaan untuk memperkenalkan publik pada kekayaan warisan seni dan budaya yang terkandung dalam tulisan Arab. Perkembangan aksara Arab mencerminkan gerakan budaya yang memainkan peran penting dalam kebangkitan intelektual dan ilmiah dunia Arab dan Islam.”
Dia menambahkan bahwa meskipun keterbatasan alat yang tersedia bagi para penulis awal hanya berupa pena buluh dan botol tinta, mereka berhasil menciptakan warisan pengetahuan yang terus menginspirasi.
