Apakah Kebijakan 50 Siswa per Kelas Menjadi Solusi atau Tantangan Baru?
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengumumkan kebijakan untuk meningkatkan jumlah siswa per kelas di sekolah menengah atas menjadi 50 orang. Kebijakan ini memunculkan pertanyaan tentang efektivitas proses belajar mengajar di kelas dengan jumlah siswa sebesar itu.
Di Amerika Serikat, kelas yang berisikan terlalu banyak siswa dapat memberikan dampak negatif bagi guru dan siswa. Sebuah artikel dari tahun 2021 di The Tech Edvocate menyebutkan bahwa kelebihan siswa di kelas adalah salah satu dari 20 alasan mengapa sistem pendidikan Amerika menghadapi tantangan.
- Ono Surono menyatakan bahwa penambahan rombel di sekolah negeri dapat mengancam keberlangsungan sekolah swasta.
- Kepala SMAN 1 Cirebon menyatakan adanya peningkatan jumlah siswa rombel sejalan dengan kebijakan KDM.
- Sekolah swasta di Bandung Barat semakin terpuruk setelah penambahan rombel di sekolah negeri oleh Dedi Mulyadi.
Pusat Statistik Pendidikan Nasional AS mendefinisikan kepadatan kelas sebagai ketika jumlah siswa yang terdaftar di sekolah melebihi kapasitas yang dirancang. Kelas dianggap terlalu padat jika melebihi 5 persen dari kapasitas yang dirancang.
Beberapa faktor seperti kurangnya tenaga pengajar, peningkatan jumlah siswa, dan penurunan pendanaan berkontribusi terhadap padatnya kelas di sekolah-sekolah Amerika.
Ukuran kelas sangat memengaruhi hasil belajar. Bagi guru, mengajar di kelas yang terlalu penuh bisa menjadi tantangan. Dari berkurangnya pengajaran personal hingga meningkatnya gangguan dan masalah disiplin, memasukkan terlalu banyak siswa dalam satu kelas berdampak pada efektivitas pengajaran dan kemampuan siswa untuk belajar.
Berikut adalah lima cara bagaimana kelas yang terlalu padat memengaruhi proses pembelajaran:
1. Lebih Banyak Kebisingan dan Gangguan
Jumlah siswa yang berlebihan bisa menciptakan kekacauan. Idealnya, sebuah kelas sebaiknya terdiri dari 15 hingga 20 siswa, namun banyak kelas sekarang menampung lebih dari 30, bahkan 40 siswa.
Secara alami, semakin banyak siswa, semakin bising suasananya bahkan di kelas yang terkelola dengan baik. Peningkatan tingkat kebisingan membuat siswa sulit berkonsentrasi dan guru sulit fokus, yang akhirnya bisa menyebabkan stres berlebih dan kelelahan.
2. Pengajaran yang Kurang Personal
Semakin banyak siswa dalam kelas, semakin sedikit perhatian individual yang bisa diberikan guru kepada masing-masing siswa. Ini sangat berpengaruh pada siswa yang kesulitan belajar dan memerlukan perhatian lebih. Akibatnya, hasil belajar menurun, tercermin dari nilai dan skor ujian yang lebih rendah.
