Pertemuan Hamas dan Jihad Islam: Gencatan Senjata Diharapkan Akhiri Konflik
BERITA TERBARU INDONESIA, ISTANBUL — Kelompok perlawanan Palestina, Hamas dan Jihad Islam, pada Ahad (13/7/2025), menyatakan bahwa negosiasi apapun dengan Israel harus mampu mengakhiri konflik di Gaza. Kelompok perlawanan ini mensyaratkan penarikan penuh pasukan Israel, pembukaan kembali perlintasan, dan rekonstruksi wilayah tersebut.
Pernyataan itu muncul setelah pertemuan delegasi kedua kelompok, menurut Hamas, di lokasi yang tidak disebutkan. Hamas menyebutkan bahwa kedua pihak membahas status perundingan saat ini di Doha, Qatar.
Hamas menekankan bahwa semua hasil perundingan harus mengarah pada diakhirinya konflik, penarikan pasukan Israel, pembukaan kembali perbatasan, dan rekonstruksi setelah tindakan Israel yang dianggap sebagai genosida, kelaparan, dan pembantaian harian.
Mereka juga mendiskusikan tanggapan Israel terhadap usulan mediasi yang bertujuan untuk mencapai gencatan senjata dan mengeksplorasi strategi untuk mengatasi tanggapan tersebut.
Putaran perundingan terbaru, yang saat ini berlangsung di ibu kota Qatar, melibatkan delegasi Hamas dan Israel, dengan mediator dari Qatar, Mesir, dan AS.
Sebelumnya pada hari Rabu, Hamas sepakat untuk membebaskan 10 tahanan Israel yang masih hidup sebagai bentuk “kompromi” demi mencapai perjanjian gencatan senjata dan pertukaran tahanan. Sementara itu, Israel tetap mempertahankan poin-poin penting, termasuk penarikan pasukannya dari Gaza.
Selain itu, Israel bersikeras membangun zona penyangga seluas 2-3 kilometer di wilayah Rafah dan 1-2 kilometer di perbatasan.
