Skip to content
logo-Berita-Terkini-Indonesia

BTI

Liputan Berita Terkini Indonesia

Primary Menu
  • Home
  • pemerintahan
  • Politik dan Hukum
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Hak Asasi Manusia
  • Home
  • Berita
  • Tanggapan Terhadap Isu Beras Oplosan: Penjual Baru Mengetahui, Pembeli Tidak Mempermasalahkan Asal Nasi Masih Layak
  • Berita

Tanggapan Terhadap Isu Beras Oplosan: Penjual Baru Mengetahui, Pembeli Tidak Mempermasalahkan Asal Nasi Masih Layak

Agus Santoso Juli 14, 2025
respons-isu-beras-oplosan-pedagang-baru-tahu-pembeli-tak-masalah-asal-nasi-masih-layak-konsumsi

Tanggapan Terhadap Isu Beras Oplosan: Penjual Baru Mengetahui, Pembeli Tidak Mempermasalahkan Asal Nasi Masih Layak

BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Isu beras premium oplosan yang saat ini sedang ramai diperbincangkan ternyata belum banyak diketahui oleh pedagang dan pembeli di Pasar Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan. Beberapa pedagang mengaku hanya mendengar kabar tentang beras premium oplosan ini secara sepintas, sementara sebagian pembeli tidak terlalu mempermasalahkan selama nasi yang dihasilkan masih layak konsumsi.

“Saya malah baru mendengar bahwa isu ini kembali ramai,” ujar Arief (45), seorang penjual di Toko Beras Cirebon, Senin (14/7/2025).

“Kalaupun ada beras oplosan, mungkin itu dari pusatnya. Kami di sini hanya menerima barang dan menjualnya secara eceran,” tambah Asep.

Menurutnya, beras yang dijual berasal dari berbagai daerah melalui pasar induk seperti Cipinang. “Biasanya dari Solo, Cianjur, Serpong, macam-macam. Saya tidak tahu bagaimana proses di sana,” ujarnya.

Arief juga menyampaikan bahwa belum merasakan dampak langsung dari isu oplosan terhadap penjualannya. “Selama masih bisa dimasak dan harganya masuk akal, orang tetap beli. Walaupun tampilannya jelek, asal nasi enak, ya sudah.”

Paksi (24), pedagang beras lainnya, memiliki pendapat serupa. Ia justru lebih khawatir dengan kenaikan harga beras secara keseluruhan.

“Yang biasanya belanja Rp650 ribu, sekarang bisa lebih dari Rp700 ribu. Semua barang naik. Katanya karena banyak truk distribusi yang tidak beroperasi,” ujarnya.

Salah satu pembeli beras di Toko Beras Cirebon, Sudarmanto (58), yang juga menjual beras di rumahnya, mengaku tidak terlalu mempermasalahkan isu beras oplosan. “Saya jualnya asli, tidak dioplos. Konsumen juga tidak pernah komplain, yang penting masaknya pulen dan rasanya enak.”

Pembeli lain, Hartono (55), mengaku pernah melihat praktik pencampuran beras saat berbelanja di Cipinang. “Pernah lihat ada toko yang mencampur beras dari dua karung berbeda. Tapi saya cuma lewat saja, melihat dari jarak lima meter. Tidak tahu apakah itu oplosan atau bagaimana,” tuturnya.

Bagi Hartono, pencampuran beras seperti itu memang tidak sering terlihat, tetapi tetap menimbulkan keraguan. “Kita tidak tahu apakah beras itu dicampur untuk meningkatkan kualitas atau hanya agar harganya lebih mahal. Kalau dijual sebagai beras premium tetapi isinya oplosan, ya jelas merugikan,” jelasnya.

Berdasarkan pantauan, sebagian besar pedagang hanya sebagai pengecer yang menerima beras dari pusat tanpa mengetahui proses sebelumnya. Kurangnya informasi dan pengawasan dalam rantai distribusi membuka peluang terjadinya praktik oplosan.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan temuan mengejutkan terkait peredaran beras yang tidak memenuhi standar di pasaran. Temuan ini merupakan hasil kerjasama antara Kementerian Pertanian dan Satgas Pangan yang menemukan 212 merek beras yang tidak memenuhi ketentuan mutu, kualitas, dan kuantitas.

“Alhamdulillah, temuan Kementerian Pertanian bersama Satgas Pangan terkait beras yang kualitas, mutu, dan kuantitasnya tidak sesuai dengan standar. Ada 212 yang ditemukan oleh Satgas Pangan dan Kementerian Pertanian,” ujar Amran di Jakarta, Sabtu (12/7/2025).

Menurut Amran, seluruh temuan tersebut sudah dilaporkan kepada Kapolri, Jaksa Agung, dan Satgas Pangan agar segera ditindaklanjuti secara hukum. Amran berharap proses penyelidikan dan penindakan berlangsung cepat demi melindungi masyarakat.

“Mudah-mudahan ini diproses cepat. Kami sudah menerima laporan tanggal 10, dua hari lalu, dan pemeriksaan telah dimulai. Kami berharap ini ditindak tegas,” ucap Amran.

Continue Reading

Previous: Keputusan Negosiasi Tarif Impor Indonesia-AS Dijadwalkan Agustus 2025
Next: Marah kepada Putin, Trump Kirimkan Rudal Patriot ke Ukraina

Related News

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
auto7slot auto7slot auto7slot

You may have missed

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
viral-meme-tanah-nganggur-diambil-negara-menteri-nusron-minta-maaf-ini-penjelasan-maksudnya
  • Berita

Meme Tanah Nganggur Jadi Viral, Menteri Nusron Meminta Maaf, Berikut Penjelasannya

Dedi Saputra Agustus 12, 2025
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.