Transformasi Seorang Yahudi Menjadi Muslim Setelah Mengkaji Alquran
BERITA TERBARU INDONESIA, MADINAH — Yahya bin Aksam berbagi cerita tentang Al-Makmun yang mengadakan forum diskusi sebelum menjadi khalifah. Suatu hari, seorang pria Yahudi yang berpenampilan menarik dan beraroma harum memasuki forum tersebut.
Pria Yahudi itu berbicara dengan gaya retorika yang khas di hadapan peserta forum. Setelah acara selesai dan para hadirin mulai beranjak, Al-Makmun memanggil pria Yahudi tersebut.
Al-Makmun menawarkan, “Berilah hatimu kepada Islam dan jadilah seorang Muslim, sehingga aku dapat membantumu.” Tapi pria Yahudi itu menolak dengan mengatakan, “Agamaku adalah warisan leluhurku, jangan paksa aku untuk meninggalkannya.”
Satu tahun berlalu, dan pria ini kembali ke forum, kini sebagai seorang Muslim. Ia berbicara tentang hukum Islam dengan sangat fasih.
Al-Makmun, merasa heran, bertanya, “Bukankah kamu orang yang kami temui setahun lalu dan kami tawarkan Islam?” Pria tersebut mengiyakan dan menjelaskan perjalanannya menuju Islam.
Ia bercerita, “Saya mahir menulis. Setahun lalu, setelah meninggalkan forum ini, saya menyalin tiga halaman dari Taurat dengan tangan saya, lalu menambah dan mengurangi isinya. Orang-orang tetap membelinya di pasar.”
“Saya melakukan hal yang sama dengan Injil. Namun, ketika saya mencoba melakukan hal yang sama pada Alquran, penjual kitab dengan cepat menyadari perubahan itu dan melemparkan naskah tersebut ke arah saya.”
“Peristiwa itu membuat saya yakin bahwa Alquran adalah kitab suci yang tidak dapat diubah oleh tangan manusia. Itulah yang akhirnya membuat saya memilih Islam.”
Allah SWT berfirman: InnÄ naá¡nu nazzalnÄ l-ÄÂikra wa innÄ lahÄ laá¯izÄÂn (Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Alquran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. Surat Al-Hijr Ayat 9)
