Pelaksanaan Teknis Haji 2026 di Mataram Masih Dikelola Kemenag
BERITA TERBARU INDONESIA, MATARAM — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat menginformasikan bahwa pelaksanaan teknis dan persiapan pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 masih tetap berada di bawah tanggung jawab Kemenag.
Kepala Kemenag Kota Mataram, H Hamdun, menyampaikan pada hari Jumat bahwa meskipun Badan Penyelenggaraan Haji (BP Haji) telah dibentuk, pengalihan seluruh urusan haji ke lembaga baru tersebut belum sepenuhnya berlaku, terutama di tingkat daerah.
“Untuk persiapan haji 2026, kami di daerah masih bertanggung jawab, begitu pula di provinsi yang masih menyediakan layanan administrasi dan pendaftaran,” ujarnya.
Hamdun menjelaskan, BP Haji baru beroperasi di tingkat pusat, dan perangkat di bawahnya, termasuk sumber daya manusia, masih menggunakan tenaga Kemenag yang ada saat ini.
Oleh karena itu, pihaknya tetap bertanggung jawab atas aspek teknis, termasuk layanan administrasi bagi jamaah dan lainnya masih dikelola oleh Kemenag di daerah.
“Seluruh proses administrasi dan lainnya bagi calon jamaah haji tahun 2026 masih ditangani oleh kami,” tambahnya.
Aplikasi terkait, termasuk Siskohat, masih berada di Kemenag Kota Mataram, dan belum ada surat edaran atau keputusan tentang pengambilalihan tugas tersebut.
Namun demikian, berbagai tahapan dan mekanisme persiapan keberangkatan jamaah tetap dikoordinasikan dengan BP Haji.
Terkait prosedur, Hamdun menyebutkan bahwa hingga saat ini belum ada perubahan prosedur di tingkat daerah terkait mekanisme penyelenggaraan haji.
Kemenag Kota Mataram menunggu regulasi lanjutan dan petunjuk teknis dari pusat mengenai peran BP Haji secara menyeluruh.
Selain itu, pihaknya berharap permasalahan penyelenggaraan haji tahun 2025 tidak terulang lagi, seperti keterlambatan visa jamaah meskipun mereka sudah berada di asrama haji.
“Kami berharap pelaksanaan haji tahun 2026 lebih baik, dan kami telah mengusulkan agar pengelolaan syarikah bisa dilakukan dalam satu kelompok terbang (kloter) agar tidak ada jamaah yang terpisah,” tuturnya.
