Mentan Dorong Transformasi Pertanian Riau, Cetak Sawah 50 Ribu Hektare
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menggalakkan percepatan perubahan di sektor pertanian Provinsi Riau. Menurutnya, potensi lahan pertanian di wilayah ini baru termanfaatkan sekitar 20 persen.
Produksi beras lokal saat ini hanya mencukupi 22 persen dari total kebutuhan tahunan penduduk Riau yang mencapai 662 ribu ton. Kementerian Pertanian berkomitmen mendukung peningkatan produksi dengan memperluas area tanam hingga 50 ribu hektare untuk dua hingga tiga tahun mendatang, dengan dukungan dana sekitar Rp1,7 triliun.
“Kita perlu menyiapkan pangan untuk generasi mendatang, 50 hingga 100 tahun ke depan, dimulai dari sekarang. Tinggal menunggu komitmen dari Pak Gubernur dan para bupati, kami siap membantu,” ujar Amran pada Rabu (23/7/2025).
Amran melihat Riau memiliki potensi besar, dengan jumlah penduduk sekitar 7 juta jiwa. Ia menekankan pentingnya menyelesaikan masalah pangan dan meningkatkan produksi di daerah tersebut.
Gubernur Riau Abdul Wahid menegaskan dukungannya terhadap agenda strategis nasional di bidang pangan. Ia menyatakan, luas baku sawah di Riau saat ini mencapai 59 ribu hektare, namun baru mampu memenuhi 22 persen kebutuhan beras wilayah tersebut.
“Dengan dukungan pusat, produksi padi tahun lalu naik 7 persen dan tahun ini diproyeksikan meningkat 12 persen,” kata Wahid.
Wahid juga menyoroti potensi kelapa rakyat yang tersebar di berbagai kabupaten dengan luas lebih dari 400 ribu hektare, yang masih minim fasilitas pengolahan. Ia berharap adanya dukungan dari pemerintah pusat untuk mendorong hilirisasi guna meningkatkan nilai jual petani.
“Kami siap berkolaborasi mencari solusi. Harapan kami, ke depan, Riau mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri dan meningkatkan kesejahteraan rakyat,” ujar Wahid.
Selain sektor pangan, Mentan juga menekankan pentingnya hilirisasi kelapa sebagai kekuatan ekonomi baru bagi Riau. Menurutnya, kelapa rakyat dapat menjadi komoditas ekspor unggulan dengan pasar global yang menjanjikan.
“Kami akan investasi Rp371 miliar untuk industri kelapa. Dengan hilirisasi, harga kelapa bisa naik ribuan persen, dan ini berdampak langsung pada kesejahteraan petani,” kata Amran.
Ia menegaskan transformasi pertanian di Riau harus difokuskan pada tiga hal, yaitu cetak sawah, pengembangan kelapa, dan pembangunan irigasi. Kemandirian pangan, menurutnya, akan menekan inflasi, meningkatkan daya beli masyarakat, dan mendorong kesejahteraan petani.
