Skip to content
logo-Berita-Terkini-Indonesia

BTI

Liputan Berita Terkini Indonesia

Primary Menu
  • Home
  • pemerintahan
  • Politik dan Hukum
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Hak Asasi Manusia
  • Home
  • Berita
  • Amerika Serikat Menolak Kesepakatan Global untuk Mengurangi Produksi Plastik
  • Berita

Amerika Serikat Menolak Kesepakatan Global untuk Mengurangi Produksi Plastik

Dewi Anjani Agustus 7, 2025
as-tolak-perjanjian-global-batasi-produksi-plastik

Amerika Serikat Menolak Kesepakatan Global untuk Mengurangi Produksi Plastik

BERITA TERBARU INDONESIA, JENEWA — Amerika Serikat (AS) mengirimkan surat kepada sejumlah negara peserta pertemuan Komite Negosiasi Antar Pemerintah (INC) 5.2 di Jenewa. Pertemuan ini bertujuan untuk menyusun kesepakatan global yang mengikat secara hukum guna mengakhiri pencemaran plastik. Dalam surat bertanggal 25 Juli 2025 tersebut, AS mendesak negara-negara penerima untuk menolak perjanjian global yang melibatkan pembatasan produksi plastik dan bahan kimia terkait.

Surat itu muncul pada hari pertama pertemuan INC 5.2, Senin (5/8/2025), dan mempertegas posisi AS yang bertentangan dengan lebih dari 100 negara yang mendukung pembatasan produksi plastik.

INC 5.2 dianggap sebagai kesempatan terakhir untuk mencapai kesepakatan global dalam menangani pencemaran plastik, dari tahap produksi polimer hingga pengelolaan limbah. Para delegasi berharap pertemuan ini menandai akhir dari proses negosiasi panjang yang telah dimulai sejak 2022.

Namun, perbedaan pandangan masih menjadi penghalang kemajuan. Beberapa negara produsen minyak menolak usulan pembatasan produksi plastik berbahan dasar minyak bumi, batu bara, dan gas.

Di sisi lain, Uni Eropa dan negara-negara kepulauan kecil mendukung pembatasan ketat terhadap produksi plastik dan penggunaan bahan kimia berbahaya.

Delegasi AS, yang dipimpin oleh pejabat dari pemerintahan mantan Presiden Joe Biden, menyatakan bahwa mereka tidak mendukung pendekatan global yang mencakup seluruh siklus hidup plastik.

“Kami tidak akan mendukung pendekatan global yang tidak praktis seperti target produksi plastik atau pelarangan dan pembatasan produk plastik atau tambahannya yang akan menaikkan biaya produk plastik yang digunakan sehari-hari,” bunyi memo tersebut. Negara penerima surat tidak disebutkan karena alasan sensitivitas.

AS juga merujuk pada pertemuan pendahuluan di Nairobi, 30 Juni-2 Juli lalu, yang gagal mencapai kesepakatan mengenai pasokan plastik, zat tambahan, hingga potensi larangan yang dibahas dalam negosiasi.

Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS menyatakan bahwa setiap negara harus diberi kebebasan untuk mengambil tindakan sesuai konteks nasional. “Beberapa negara mungkin memilih untuk melarang, sementara yang lain mungkin ingin fokus pada peningkatan pengumpulan dan daur ulang,” ujarnya, Rabu (6/8/2025).

Direktur Kampanye Laut Greenpeace AS, John Hocevar, mengkritik pendekatan delegasi AS yang dianggap kembali ke pola lama.

“Pemerintah AS mencoba menggunakan kekuatan finansialnya untuk meyakinkan pemerintah-pemerintah lain agar mengubah posisi mereka demi kepentingan AS,” ungkap Hocevar.

Sebagai salah satu produsen plastik terbesar dunia, AS juga mengusulkan revisi rancangan perjanjian dengan menghapus frasa “dalam pendekatan yang mengatasi seluruh siklus hidup plastik”.

Sumber yang mengikuti jalannya perundingan menyebutkan bahwa usulan ini menunjukkan keinginan AS untuk mengubah kata-kata yang sebelumnya telah disepakati pada 2022, sebagai bagian dari upaya membuka kembali negosiasi.

AS kini semakin menegaskan posisinya bersama negara-negara penghasil minyak, bertentangan dengan lebih dari 100 negara yang mendorong pembatasan produksi plastik.

Continue Reading

Previous: Dewa United Banten Bertekad Raih Gelar Ganda di 2025
Next: RI dan Peru Siap Menandatangani Kesepakatan Dagang Baru

Related News

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
auto7slot auto7slot auto7slot

You may have missed

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
viral-meme-tanah-nganggur-diambil-negara-menteri-nusron-minta-maaf-ini-penjelasan-maksudnya
  • Berita

Meme Tanah Nganggur Jadi Viral, Menteri Nusron Meminta Maaf, Berikut Penjelasannya

Dedi Saputra Agustus 12, 2025
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.