Skip to content
logo-Berita-Terkini-Indonesia

BTI

Liputan Berita Terkini Indonesia

Primary Menu
  • Home
  • pemerintahan
  • Politik dan Hukum
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Hak Asasi Manusia
  • Home
  • Berita
  • Pemerintah Berupaya Memulihkan 769 Ribu Hektare Mangrove Nasional
  • Berita

Pemerintah Berupaya Memulihkan 769 Ribu Hektare Mangrove Nasional

Dedi Saputra Agustus 9, 2025
pemerintah-targetkan-pulihkan-769-ribu-hektare-mangrove-nasional

Pemerintah Berupaya Memulihkan 769 Ribu Hektare Mangrove Nasional

BERITA TERBARU INDONESIA, PONTIANAK — Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menunjukkan komitmen pemerintah dalam merehabilitasi 769.824 hektare ekosistem mangrove. Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, menekankan bahwa pemulihan lahan mangrove harus dilaksanakan secara ilmiah, terukur, dan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama.

“Lahan-lahan ini adalah kesempatan kedua yang diberikan alam kepada kita. Pemulihan harus dilakukan secara ilmiah, terukur, dan melibatkan masyarakat sebagai aktor utama,” kata Hanif dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove di Kalimantan Barat, Jumat (8/8/2025).

Dalam pernyataannya, Sabtu (9/8/2025), Kementerian Lingkungan Hidup menyebutkan bahwa Rakornas ini dihadiri oleh sekitar 200 peserta dan merupakan langkah penting dalam pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2025, yang menjadi landasan hukum dalam pengelolaan ekosistem mangrove nasional. Berdasarkan Peta Mangrove Nasional 2024, Indonesia memiliki tutupan mangrove seluas 3,44 juta hektare, terbesar di dunia dan mencakup sekitar 20 persen dari total ekosistem mangrove global.

Namun, dalam empat dekade terakhir, Indonesia telah kehilangan lebih dari satu juta hektare mangrove akibat alih fungsi lahan, pembangunan yang tidak terkendali, dan abrasi. Provinsi Kalimantan Barat menjadi salah satu daerah yang terdampak, dengan degradasi lebih dari 17 ribu hektare, termasuk hilangnya 300 hektare daratan di Kabupaten Mempawah.

Selain menyelenggarakan Rakornas, Kementerian Lingkungan Hidup juga melakukan penanaman mangrove seluas 8,1 hektare di Mempawah Mangrove Park, sebagai bagian dari program rehabilitasi 61,8 hektare di wilayah tersebut. Penanaman ini merupakan bagian dari upaya mencapai target nasional rehabilitasi 600 ribu hektare lahan mangrove hingga 2029, sebagaimana tercantum dalam Enhanced Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia.

“Hari ini kita tidak hanya menanam pohon, tetapi juga menanam harapan. Mangrove melindungi garis pantai dari abrasi dan gelombang besar, menyerap karbon biru untuk mengurangi dampak krisis iklim, menyediakan habitat penting bagi keanekaragaman hayati, serta menjadi sumber pangan dan ekonomi bagi masyarakat pesisir,” ujar Hanif.

Kementerian Lingkungan Hidup juga sedang menyusun Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove (RPPEM) yang mencakup strategi kebijakan, pengendalian, pemanfaatan berkelanjutan, penguatan kelembagaan, dan mitigasi perubahan iklim melalui pendekatan scenario planning menuju 2045.

Target dalam skenario transformasional adalah peningkatan tutupan mangrove sehat menjadi 3,9 juta hektare, pengurangan emisi hingga 43 juta ton karbon dioksida, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir sebesar 25 persen.

Pendanaan rehabilitasi akan digerakkan melalui kombinasi APBN, investasi sektor swasta, skema blue carbon credit, perdagangan karbon Paris Agreement Pasal 6.2, dana iklim internasional, dan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) berbasis pesisir. Hanif menekankan bahwa teknologi dan pendanaan penting, tetapi kunci keberhasilan tetap berada di tangan komunitas lokal.

“Teknologi dan pendanaan penting, tetapi kunci keberhasilan ada pada komunitas. Kita perlu memperkuat kelembagaan desa, mengembangkan ekonomi lokal, dan memastikan masyarakat pesisir mendapat manfaat langsung dari ekosistem yang lestari,” kata Hanif.

Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan kesiapan daerah dalam mendukung percepatan implementasi RPPEM, mengingat pentingnya garis pantai dan ekosistem mangrove bagi kehidupan masyarakat.

“Kami siap berkolaborasi dengan pemerintah pusat, daerah lain, dan seluruh pemangku kepentingan agar RPPEM ini segera direalisasikan demi menjaga kelestarian mangrove untuk generasi mendatang,” ujarnya.

Continue Reading

Previous: Pertandingan Persebaya vs PSIM Membuka Peluang Kehadiran Suporter Tandang di Super League 2025-2026
Next: ASDP Tingkatkan Konektivitas ke Wilayah 3T Menyambut HUT ke-80 RI

Related News

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
auto7slot auto7slot auto7slot

You may have missed

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
viral-meme-tanah-nganggur-diambil-negara-menteri-nusron-minta-maaf-ini-penjelasan-maksudnya
  • Berita

Meme Tanah Nganggur Jadi Viral, Menteri Nusron Meminta Maaf, Berikut Penjelasannya

Dedi Saputra Agustus 12, 2025
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.