143 Guru Mengundurkan Diri dari Sekolah Rakyat, Mensos: Kami Cari Pengganti
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menegaskan telah mempersiapkan guru pengganti untuk mengisi posisi 143 guru yang mengundurkan diri dari Sekolah Rakyat karena berbagai alasan.
Saat ditemui ketika mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Jakarta Selatan pada hari Sabtu, Mensos Saifullah Yusuf menyatakan bahwa hingga saat ini kegiatan belajar di Sekolah Rakyat tetap berjalan dengan lancar.
“Secara keseluruhan berjalan, memang ada guru yang mengundurkan diri, yang tidak memenuhi panggilan. Namun semuanya telah disiapkan penggantinya, Insya Allah akan kita lantik pada tahap kedua,” kata Mensos Saifullah Yusuf.
Mensos mengungkapkan bahwa jumlah guru Sekolah Rakyat yang mengundurkan diri mencapai 143 orang, mengonfirmasi bahwa mereka tidak memenuhi panggilan meskipun telah diberikan undangan setelah lolos seleksi.
Ditanya mengenai alasan pengunduran diri, beliau mengatakan, banyak yang menyatakan lokasi Sekolah Rakyat di daerah mereka jauh dari domisili, dan beberapa sudah mendapatkan penempatan sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
“Tetapi saya dapat memastikan bahwa guru-guru pengganti telah siap untuk mengajar di Sekolah Rakyat. Sehingga sampai sekarang, jika ada kekurangan biasanya dibantu oleh kepala sekolah atau guru-guru lain,” tambah Mensos.
Pemerintah juga sedang mempersiapkan lebih dari 15 ribu laptop yang akan digunakan dalam proses belajar mengajar di Sekolah Rakyat, dengan tahap pertama menyediakan 9.700 laptop.
Menurut Kementerian Sosial (Kemensos), hingga bulan Agustus terdapat 100 titik Sekolah Rakyat yang menampung lebih dari 9.700 siswa di seluruh Indonesia. Pada bulan September, jika sarana dan prasarananya telah siap, maka akan ditambah 59 titik untuk menampung lebih dari 15 ribu siswa.
