Alquran Menggambarkan Kaum Nabi Luth yang Melampaui Batas
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Alquran Surat An Naml ayat 54-55 menjelaskan tentang kaum Nabi Luth dan tindakan homoseksual mereka. Pada masa kini, hal ini dikenal sebagai lesbian dan gay, atau LGBT, dengan tambahan biseksual dan transgender.
Alquran menggambarkan betapa kaum Nabi Luth telah melampaui batas. Dalam kitab tafsir Fath al-Qadir, Imam Asy-Syaukani menjelaskan bahwa Allah SWT mengutus Nabi Luth untuk memperingatkan kaumnya dengan berkata, “Mengapa kamu melakukan perbuatan fahisyah (keji) yang kalian lihat sendiri (kekejian maksiat tersebut)?” (QS an-Naml ayat 54).
Kaum yang dimaksud adalah kaum Sodom. Frasa ini menunjukkan penegasan bahwa mereka menyangkal adanya perbuatan keji tersebut meskipun mereka menyaksikannya sendiri.
Mereka sadar akan perbuatan yang melampaui batas di sekitar mereka, tetapi mereka tidak mengakuinya. Hingga akhirnya perbuatan ini diabadikan dalam Alquran dengan kalimat tersebut.
Menurut tafsir Imam Asy-Syaukani, dosa bagi mereka yang melihat perbuatan LGBT namun tetap menyangkal keberadaannya lebih besar. Melihat baik dengan mata hati melalui pengetahuan maupun dengan mata kepala sendiri. Karena perbuatan kaum Sodom itu dilakukan secara terang-terangan, bukan tersembunyi, karena kesombongan mereka.
Ayat 55 Surah An-Naml
Berlanjut pada ayat 55 surah An-Naml:
“Mengapa kalian mendatangi laki-laki untuk memenuhi syahwatmu, bukan perempuan? Sesungguhnya, kamu adalah kaum yang tidak mengetahui (akibat perbuatanmu).”
Imam Asy-Syaukani menyatakan bahwa ayat tersebut merupakan teguran berulang kepada kaum Nabi Luth atas perbuatan mereka yang melampaui batas. Mereka melakukan perbuatan tersebut hanya untuk memuaskan nafsu, lebih memilih sesama jenis, dalam hal ini laki-laki, dan meninggalkan perempuan.
Di akhir ayat 55 surah An-Naml, disebutkan: ‘Tajhaluun’ yang berarti ketidaktahuan atau kebodohan. Imam Asy-Syaukani menjelaskan bahwa kaum Sodom adalah kaum yang tidak mengetahui, alias bodoh, terhadap larangan atau akibat dari perbuatan mereka.
