Pekerja Kantoran Rentan Terkena Penyakit Jantung, Berikut Penyebab dan Cara Pencegahannya
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Banyak pekerja kantoran sering kali duduk di depan meja kerja selama berjam-jam tanpa banyak bergerak, terlibat dalam rapat, membalas email, hingga mempersiapkan presentasi. Bahkan, sering kali mereka harus makan siang di meja kerja karena terbatasnya waktu.
Menurut dokter bedah toraks dan jantung, dr Jeremy London, pola kerja semacam ini dapat berdampak negatif terhadap kesehatan jantung dan metabolisme tubuh. Ia menegaskan bahwa duduk dalam waktu lama tetap berisiko meskipun seseorang rutin berolahraga.
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Annals of Internal Medicine pada tahun 2015 menunjukkan bahwa duduk terlalu lama dapat meningkatkan risiko beberapa penyakit serius seperti diabetes tipe 2, sindrom metabolik, penyakit jantung, serta kematian dini.
“Penelitian tersebut mengindikasikan bahwa duduk dalam waktu lama, bahkan jika disertai olahraga, tetap meningkatkan risiko kesehatan secara keseluruhan. Kondisi ini sering disebut sebagai penyakit duduk,” kata dr Jeremy, sebagaimana dikutip dari Hindustan Times, Ahad (10/8/2025).
Agar ambisi karier tidak mengorbankan kesehatan dalam jangka panjang, dr Jeremy merekomendasikan empat kebiasaan sederhana yang bisa diterapkan oleh para pekerja kantoran:
1. Bangun dan Bergerak Setiap Jam
Atur pengingat setiap 30 hingga 60 menit. Bangun dari kursi, berjalan-jalan selama dua hingga tiga menit, dan lakukan 10 kali air squat untuk menurunkan hormon stres (kortisol) serta melancarkan sirkulasi darah.
2. Bawa Bekal Masakan Sendiri
Bawalah bekal makan siang dari rumah dengan melakukan persiapan makanan satu hingga dua kali sepekan. Ini membantu menjaga pola makan sehat dan menghindari konsumsi makanan ultraproses yang tidak sehat.
3. Cukupi Kebutuhan Cairan
Dehidrasi ringan bisa menurunkan konsentrasi dan meningkatkan rasa lelah. Simpan botol minum di meja kerja dan minumlah secara teratur, meskipun tidak merasa haus.
4. Ambil Waktu Istirahat Mental
Istirahatkan pikiran. Lakukan latihan pernapasan, ikuti program mindfulness, atau cukup berjalan ke luar ruangan. Ini dapat membantu mengatur ulang sistem saraf dan mengurangi stres.
