Skip to content
logo-Berita-Terkini-Indonesia

BTI

Liputan Berita Terkini Indonesia

Primary Menu
  • Home
  • pemerintahan
  • Politik dan Hukum
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Hak Asasi Manusia
  • Home
  • Sejarah
  • Santri Syaikhona Kholil dan Mbah Hasyim yang Berjuang di Pringsewu
  • Sejarah

Santri Syaikhona Kholil dan Mbah Hasyim yang Berjuang di Pringsewu

Andi Pratama April 25, 2025
santri-syaikhona-kholil-dan-mbah-hasyim-yang-jadi-pejuang-di-pringsewu

Santri Syaikhona Kholil dan Mbah Hasyim yang Berjuang di Pringsewu

BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Syaikhona Kholil dari Bangkalan adalah seorang ulama terkemuka dari Madura yang banyak menelurkan ulama dan pejuang. Salah satu muridnya yang menjadi pejuang saat masa penjajahan adalah KH Ghalib dari Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung.

Kiai Ghalib dikenal sebagai pemimpin pasukan Laskar Hizbullah yang berani melawan pendudukan Belanda dan Jepang. Selain terlibat dalam perjuangan, ia juga mendirikan masjid dan lembaga pendidikan Islam untuk mendidik generasi yang islami.

KH Ghalib lahir pada tahun 1899 di Kampung Mojosantren, Krian, Sidoarjo, Jawa Timur. Ia adalah anak dari pasangan Kiai Rohani bin Nursihan dan Muksiti. Ghalib kecil memperoleh pendidikan agama di Madrasah Ibtidaiyah di desanya.

Sejak usia tujuh tahun, ibunya mempercayakan Ghalib kepada Kiai Ali untuk belajar ilmu agama di kampungnya. Kemudian, ia belajar kepada KH Hasyim Asy’ari, ulama berpengaruh dan pendiri Nahdlatul Ulama (NU), di Tebuireng, Jawa Timur.

Setelah itu, Ghalib melanjutkan perjalanannya ke Kabupaten Bangkalan, Pulau Madura. Di sana, ia mendalami ilmu agama dan ilmu hikmah dari waliyullah yang dijuluki “Guru para pahlawan”, yaitu Syaikhona Kholil Bangkalan.

Diketahui dari sumber terkemuka, di dunia pesantren Syaikhona Kholil Bangkalan dikenal sebagai ulama yang mengembangkan ajaran fikih sufistik, mengintegrasikan fiqih dan tarekat. Kiai Ghalib kemungkinan besar mendapatkan ajaran moderat ini.

Sejak remaja, Ghalib memang gemar mengembara untuk menuntut ilmu agama Islam. Ia tidak hanya mempelajari ilmu yang terkait dengan ubudiah, tetapi juga ilmu hikmah dari pesantren ke pesantren dan dari guru ke guru lainnya.

Continue Reading

Previous: Kemenag Memperpanjang Waktu Pelunasan Biaya Haji Reguler di Empat Provinsi
Next: Revisi Peraturan Menteri Perdagangan 8 dalam Proses Menunggu Satgas Deregulasi

Related News

peradaban-islam-merintis-industri-kertas
  • Sejarah

Peran Peradaban Islam dalam Industri Kertas

Maya Lestari Agustus 11, 2025
buya-hamka-jelaskan-kaitan-dinasti-bani-umayyah-dan-ratu-jawa
  • Sejarah

Buya Hamka Ungkap Hubungan Dinasti Bani Umayyah dan Ratu Jawa

Andi Pratama Juli 30, 2025
mengenal-sosok-muhammad-bin-ali
  • Sejarah

Menggali Kisah Muhammad bin Ali

Rina Kartika Juli 23, 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
auto7slot auto7slot auto7slot

You may have missed

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
viral-meme-tanah-nganggur-diambil-negara-menteri-nusron-minta-maaf-ini-penjelasan-maksudnya
  • Berita

Meme Tanah Nganggur Jadi Viral, Menteri Nusron Meminta Maaf, Berikut Penjelasannya

Dedi Saputra Agustus 12, 2025
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.