Keamanan Wisatawan Jadi Prioritas, Pemeriksaan Ratusan Kuda Andong di Malioboro Dilakukan
BERITA TERBARU INDONESIA, YOGYAKARTA — Andong telah menjadi ikon pariwisata penting di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), terutama di kawasan Malioboro. Banyak wisatawan yang tertarik menggunakan andong sebagai alat transportasi untuk menjelajahi area tersebut, bahkan lebih dari sekadar transportasi, mereka ingin merasakan keaslian budaya dan tradisi yang lekat dengan pengalaman naik andong.
Mengingat minat yang semakin meningkat, penting untuk memastikan keamanan bagi wisatawan. Pemeriksaan kesehatan kuda yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta menjadi salah satu langkah untuk memastikan kesejahteraan hewan, serta mendukung layanan pariwisata yang aman dan nyaman bagi pengunjung.
Ratusan kuda penarik andong menjadi target dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan ini. “Tujuan kami adalah agar seluruh kuda andong yang beroperasi di Malioboro dapat diperiksa. Berdasarkan data awal, terdapat sekitar 421 kuda di Malioboro dan hingga hari kedua, 105 kuda dari 40 andong telah diperiksa. Setiap kuda dicek kesehatannya, jika ada yang sakit langsung diberi perawatan, termasuk obat cacing dan vitamin,” kata Kepala Bidang Perikanan dan Kehewanan Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Yogyakarta, Sri Panggarti, Sabtu (26/4/2025).
Sri menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan kuda tersebut telah berlangsung sejak (23/4). Kegiatan ini bertujuan untuk memeriksa apakah kondisi kuda di kawasan Malioboro masih layak digunakan untuk andong.
Dari hasil pemeriksaan, secara umum kondisi ratusan kuda sehat. Hanya ada beberapa kuda yang mengalami luka ringan di kaki dan infeksi jamur. Temuan tersebut langsung ditangani tim medis dengan pemberian salep dan obat-obatan yang diperlukan.
“Ada kuda yang secara umum sehat, namun ada luka ringan pada kaki dan beberapa kasus jamur,” ujarnya.
“Jika kudanya sehat dan andong terawat, insyaallah wisatawan akan semakin tertarik menggunakan andong sebagai moda transportasi wisata di Malioboro,” tambahnya.
Sementara itu, Medik Veteriner Pertama DPP Kota Yogyakarta Imam Abror menyatakan bahwa metode pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pendengaran paru-paru dengan stetoskop, pengecekan luka dan jamur, hingga pemberian vitamin dan obat cacing.
Dia juga menyebutkan bahwa tindakan Pemkot Yogyakarta ini dapat diambil sebagai pendampingan bagi para kusir andong sebagai pelaku wisata. Selain pemeriksaan, juga diberikan edukasi tentang perawatan kuda dan kebersihan lingkungan dalam kegiatan tersebut.
“Obat cacing diberikan setiap tiga bulan sekali, dan vitamin juga rutin. Kuda yang sedang hamil, terutama mendekati sembilan bulan, tidak boleh digunakan untuk menarik andong,” ujar Imam.
Respons Kusir Andong
Dijumpai terpisah, salah satu kusir, Triyanto mengaku sangat terbantu dengan fasilitas pemeriksaan gratis yang rutin diberikan pemerintah. Sudah hampir 20 tahun ia menjadi kusir andong, membawa para wisatawan menikmati suasana di kawasan sumbu filosofi itu.
“Pas langsung didatangi di Malioboro. Kegiatan ini bagus, jadi kita juga tidak menyita waktu (kalau mau melakukan pemeriksaan secara mandiri). Ke depannya sering-sering ada kegiatan pemeriksaan ini, secara berkala, didatangi setiap sebulan sekali atau dua bulan sekali bagus,” ungkapnya.
“(Saat kuda diperiksa), ditanyai kondisi kudanya, diberi vitamin, diperiksa segala macam, tetapi yang jelas kegiatan pemeriksaan kesehatan bagi kuda di Malioboro ini bagus, sebagai bentuk perhatian dari Pemerintah,” ujarnya.
