Waspada! Diet yang Salah Bisa Sebabkan Ginjal ‘Berbatu’
BERITA TERBARU INDONESIA, TANGERANG — Diet yang tidak tepat, terutama yang ditandai dengan konsumsi berlebihan makanan tinggi garam dan protein hewani, dapat meningkatkan risiko pembentukan batu di saluran kemih. Asupan garam yang tinggi mengakibatkan peningkatan ekskresi kalsium melalui urine.
Kadar kalsium yang meningkat dalam urine dapat memicu pembentukan kristal kalsium, yang menjadi komponen utama dari berbagai jenis batu ginjal. “Pada beberapa individu, diet yang salah dapat meningkatkan risiko pembentukan batu di saluran kemih jika tidak dilakukan dengan benar,” ujar spesialis urologi Eka Hospital Depok dr Eggi Respati di Tangerang, baru-baru ini.
Batu saluran kemih terbentuk ketika terjadi ketidakseimbangan antara jumlah air dan zat pembentuk batu dalam urine, seperti kalsium, oksalat, asam urat, dan sistin, menyebabkan zat tersebut terlalu pekat dan mengkristal. Untuk mencegah pembentukan batu saluran kemih, disarankan membatasi konsumsi makanan tinggi asam urat dan oksalat seperti jeroan, makanan laut, daging merah, dan beberapa kacang-kacangan.
“Kurangi konsumsi garam harian, dan konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk diet yang tepat,” tambahnya.
Batu saluran kemih adalah kondisi umum yang dapat terjadi pada siapa saja, tanpa memandang usia atau status sosial. Penyakit ini ditandai dengan penumpukan kristal hingga membentuk batu di ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra. Ukurannya bervariasi, dari sebutir pasir hingga sebesar jahe atau kunyit.
Beberapa faktor risiko pembentukan batu meliputi kurang minum air, riwayat keluarga, kondisi medis seperti hiperparatiroidisme, infeksi saluran kemih berulang, dan gangguan metabolisme tertentu. “Beberapa jenis obat juga dapat meningkatkan risiko pembentukan batu,” jelasnya.
Gejala batu saluran kemih bervariasi tergantung ukuran, lokasi, serta keterlibatan organ terkait. Batu kecil mungkin tidak menimbulkan gejala dan dapat keluar sendiri melalui urine. Namun, batu yang lebih besar dan menyumbat saluran kemih dapat menyebabkan gejala yang sangat menyakitkan.
Gejala yang umum dirasakan mencakup nyeri tiba-tiba yang menjalar dari pinggang ke perut bagian bawah, selangkangan, dan bahkan alat kelamin, nyeri saat buang air kecil, urine berdarah, sering buang air kecil, urine keruh atau berbau tidak sedap, mual, dan muntah saat nyeri parah.
Seiring kemajuan teknologi, pengobatan batu saluran kemih kini bervariasi dari tanpa operasi hingga prosedur minimal invasif, tergantung pada ukuran, lokasi, kekerasan batu, serta kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan.
Beberapa opsi pengobatan modern termasuk Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL), prosedur non-invasif yang memanfaatkan gelombang kejut dari luar tubuh untuk memecah batu menjadi fragmen kecil.
Prosedur ini biasanya berlangsung sekitar 45-60 menit dan mungkin menimbulkan sedikit ketidaknyamanan. Keuntungannya adalah tidak memerlukan sayatan, meski kurang efektif untuk batu yang sangat besar atau keras.
Ureterorenoscopy (URS) adalah prosedur minimal invasif menggunakan alat tipis seperti teleskop kecil bernama ureteroskopi. Ureteroskopi dimasukkan melalui uretra, naik ke kandung kemih dan ureter hingga mencapai batu.
Batu kemudian dapat dipecah menggunakan laser (lithotripsy laser) atau dikeluarkan dengan alat khusus seperti keranjang kecil.
Langkah-langkah untuk mengurangi risiko pembentukan batu saluran kemih termasuk minum air yang cukup, memperhatikan program diet, mengurangi konsumsi minuman manis, dan meningkatkan aktivitas fisik.
Pengobatan prosedur biasanya dilakukan dengan anestesi regional atau umum. Setelah batu dipecah atau dikeluarkan, dokter mungkin memasang stent (tabung kecil) di dalam ureter untuk membantu aliran urine dan mencegah penyempitan. Stent biasanya dilepas beberapa hari atau minggu kemudian.
C-Arm (Fluoroskopi) adalah perangkat pencitraan fluoroskopi (sinar-X bergerak) yang digunakan selama prosedur URS. Alat ini memungkinkan dokter melihat secara real-time lokasi ureteroskopi dan batu di dalam saluran kemih.
C-Arm membantu dokter memandu ureteroskopi dengan lebih akurat menuju batu, memantau proses pemecahan atau pengeluaran batu, dan memastikan tidak ada fragmen batu yang tertinggal.
Penggunaan C-Arm meningkatkan keamanan dan efektivitas prosedur URS.
“Pengobatan modern terhadap batu saluran kemih kini dapat dilakukan di Eka Hospital dengan dukungan dokter spesialis,” ujarnya.
