6 Nasihat Rasulullah SAW Saat Sakit Parah Menjelang Wafat yang Penting Diketahui Umat Islam
BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA – Rasulullah SAW mendedikasikan seluruh hidupnya untuk beribadah kepada Allah, melaksanakan perintah-Nya, menaati wahyu-Nya, menyampaikannya kepada manusia, dan berusaha membimbing mereka.
Pendekatan hidup beliau bersifat moderat. Beliau hidup di tengah masyarakat sebagai salah satu dari mereka, tanpa ada perbedaan dalam hal-hal lahiriah.
Beliau sering menegaskan bahwa dirinya hanya membawa pesan dari Tuhan dan telah melaksanakan tugasnya kepada Tuhan.
Rasulullah SAW tidak membedakan dirinya dengan umatnya dalam hal tempat tinggal, makanan, pakaian, dan perjalanan. Beliau menjadi teladan hingga akhir hayatnya dan dalam cara beliau meninggal.
Muhammad bin Abdullah SAW, manusia terbaik, wafat setelah mengalami penderitaan dan rasa sakit akibat penyakit.
Umat Islam diharapkan menyadari hal ini dan merasakan makna penghambaan serta tauhid, tunduk kepada Allah, dan mempersiapkan diri untuk kematian dengan memperbanyak amal saleh, taat kepada Allah, dan mempersembahkan ibadah kepada-Nya dalam segala aspek kehidupan.
Berikut ini beberapa nasihat kebajikan dari Rasulullah SAW sebelum wafat:
Pertama, bersabar selama sakit agar seorang Muslim mendapatkan pahala dan ganjaran dari Allah SWT.
Dari Abdullah RA, dia berkata, “Saya pernah menjenguk Nabi SAW ketika sakit, sepertinya beliau sedang merasakan rasa sakit, kemudian saya berkata, ‘Sepertinya Anda merasakan sakit yang amat berat, oleh karena itu Anda mendapatkan pahala dua kali lipat.’ Beliau menjawab, ‘Benar, tidaklah seorang Muslim tertimpa musibah melainkan Allah akan menggugurkan kesalahan-kesalahannya sebagaimana pohon menggugurkan dedaunannya.’ (HR Muttafaq ‘Alaih)
