Program MBG di Sekolah-sekolah Yogyakarta Tertunda
BERITA TERBARU INDONESIA, YOGYAKARTA — Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah di Yogyakarta dilaporkan terhenti, salah satunya di Kecamatan Kotagede. Informasi ini telah dikonfirmasi oleh pihak sekolah serta Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori, tidak memberikan banyak komentar terkait hal ini. Dia menyatakan bahwa penghentian ini hanya terjadi di sekolah-sekolah di bawah naungan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Kotagede.
Namun, Budi tidak menjelaskan secara rinci penyebab penghentian program tersebut. Menurutnya, Pemkot Yogyakarta tidak memiliki banyak wewenang atas penghentian MBG, karena program ini berada di bawah wewenang Badan Gizi Nasional (BGN).
“Ini bukan wewenang Pemkot Yogyakarta, program MBG berada di bawah kewenangan Badan Gizi Nasional,” kata Budi, Selasa (29/4/2025).
Belum diketahui apakah penghentian ini bersifat sementara atau permanen. Budi menjelaskan bahwa tugas pihaknya hanya sebatas mendata sekolah yang akan menjadi sasaran program MBG. Aspek lainnya merupakan wewenang dari BGN.
“Kami lebih banyak berfokus pada pendataan sekolah mana yang akan menjadi sasaran program ini, termasuk jumlah muridnya. Aspek lainnya bukan kewenangan pemerintah daerah,” ujarnya.
Akibat penghentian layanan SPPG di Kecamatan Kotagede ini, Budi memperkirakan sekitar 2.500 hingga 3.000 siswa belum mendapatkan program MBG kembali.
“Sekitar 2.500 hingga 3.000 siswa mungkin terdampak karena penghentian ini,” tambahnya.
Perlu diketahui, program MBG merupakan bagian dari inisiatif nasional untuk memastikan siswa mendapatkan asupan nutrisi yang cukup selama bersekolah. Program ini menjadi salah satu langkah pemerintah dalam upaya pencegahan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
