Ketegangan Memuncak, Warga Pakistan-India Lakukan Eksodus
BERITA TERBARU INDONESIA, ISLAMABAD – Ribuan penduduk dari Pakistan dan India telah kembali ke negara masing-masing akibat meningkatnya ketegangan di antara kedua negara. Langkah ini diambil mengingat potensi konflik yang semakin besar setelah serangan mematikan yang terjadi pekan lalu di Kashmir yang dikuasai India.
Sejauh ini, sekitar 750 warga Pakistan dengan paspor telah melintasi perbatasan sejak 22 April, sementara sekitar 1.000 warga India telah kembali dari negara tetangga. Batas waktu bagi warga Pakistan untuk meninggalkan negara India – dengan pengecualian bagi mereka yang memiliki visa medis – telah berakhir pada hari Minggu, namun banyak keluarga masih berusaha untuk menyeberang perbatasan di kota Attari di negara bagian Punjab utara menuju Pakistan.
- Dubes India: Prabowo Berbela Sungkawa atas Serangan Teror di Kashmir
- Menteri Pakistan: India Bakal Menyerang dalam 24 Jam
- Pakistan-India Saling Ancam, Perang Nuklir di Depan Mata?
Beberapa orang datang sendiri sementara yang lain dideportasi oleh pihak berwenang. Di antara mereka yang terkena dampak adalah seorang wanita Pakistan yang mengunjungi rumah ibunya setelah dua dekade, dua saudara perempuan yang datang untuk menghadiri pernikahan di India minggu depan tetapi harus kembali tanpa menghadiri acara tersebut, dan pasien lanjut usia asal Pakistan yang berharap bisa mendapatkan perawatan di India.
“Kami telah menempatkan keluarga kami di sini. Kami meminta pemerintah untuk tidak memindahkan keluarga kami,” ujar Sara Khan, seorang warga Pakistan yang diperintahkan untuk kembali tanpa suaminya, Aurangzeb Khan, yang memegang paspor India.
Menunggu di sisi perbatasan India, Khan menggendong anaknya yang masih berusia 14 hari. Dia menyatakan bahwa pihak berwenang India tidak memberinya waktu untuk pulih setelah operasi caesar meskipun visa jangka panjangnya berlaku hingga Juli 2026.
“Mereka (pihak berwenang) mengatakan kepada saya bahwa saya ilegal dan harus pergi,” kata Khan, yang telah tinggal di Kashmir yang dikuasai India sejak tahun 2017. “Mereka tidak memberi kami waktu. Saya bahkan tidak bisa mengganti sepatu.”
Ketegangan antara India dan Pakistan meningkat setelah insiden penembakan yang menyebabkan tewasnya 26 orang, kebanyakan dari mereka adalah turis India, di dekat kota resor Pahalgam di Kashmir yang disengketakan.
Setidaknya tiga wisatawan yang selamat dari pembantaian tersebut menyampaikan bahwa pelaku penembakan menargetkan pria Hindu dan menembak mereka dari jarak dekat. Korban tewas termasuk seorang warga negara Nepal dan seorang operator kuda poni Muslim setempat.
