Skip to content
logo-Berita-Terkini-Indonesia

BTI

Liputan Berita Terkini Indonesia

Primary Menu
  • Home
  • pemerintahan
  • Politik dan Hukum
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Hak Asasi Manusia
  • Home
  • Berita
  • Gawat! Strategi Pemasaran Rokok Semakin Masif dan Manipulatif, Implementasi PP Kesehatan Mendesak
  • Berita

Gawat! Strategi Pemasaran Rokok Semakin Masif dan Manipulatif, Implementasi PP Kesehatan Mendesak

Agus Haryanto Mei 1, 2025
duh-taktik-pemasaran-rokok-kian-masif-dan-manipulatif-implementasi-pp-kesehatan-mendesak

Gawat! Strategi Pemasaran Rokok Semakin Masif dan Manipulatif, Implementasi PP Kesehatan Mendesak

BERITA TERBARU INDONESIA, JAKARTA — Para pegiat antirokok nasional menilai bahwa industri rokok semakin agresif dalam menargetkan anak-anak dan remaja dengan berbagai strategi pemasaran yang manipulatif. Rokok dijual sebagai simbol gaya hidup mewah dengan melibatkan selebriti dan influencer muda, mendesain produk yang menyerupai makanan atau permen yang menarik untuk anak-anak, serta menambahkan rasa seperti buah, kopi, dan permen untuk menutupi bahaya nikotin.

Strategi ini semakin marak terjadi karena Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 tentang Kesehatan, yang telah disahkan sejak 26 Juli 2024, belum juga diterapkan. Momentum Hari Tanpa Tembakau Sedunia pada 31 Mei harus dimanfaatkan pemerintah untuk segera menegakkan regulasi ini demi melindungi generasi muda dari dampak buruk rokok dan strategi pemasarannya yang menyesatkan.

Demikian inti dari acara Media Luncheon bertema “Ngobrol Bareng Jurnalis Menyambut Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS) 2025” yang diselenggarakan oleh Lentera Anak dan Ruang Kebijakan Kesehatan Indonesia (RUKKI), di Jakarta, pada Rabu (29/04/2025).

Ketua Lentera Anak Lisda Sundari menyatakan bahwa industri rokok sangat berkepentingan menjadikan anak dan kaum muda sebagai target pasar utama untuk keberlangsungan bisnis mereka. Oleh karena itu, berbagai strategi manipulatif dilakukan agar rokok terlihat normal dan tidak berbahaya di mata anak muda.

Menurut Lisda, industri berhasil membuat produk mereka sangat dikenal dan disukai oleh anak muda melalui strategi tersebut, misalnya dengan penggunaan perisa pada rokok. Hasil jajak pendapat Lentera Anak dan u-Report (2024) menunjukkan sebanyak 46,5 persen anak muda mengingat varian rasa sebagai elemen paling menarik dari produk rokok. Ini membuktikan daya tarik varian rasa rokok lebih memikat anak muda dibanding elemen harga atau mereknya.

Lisda menambahkan, dari 16 ribu varian rasa global, telah ditemukan 847 varian rasa rokok di Indonesia. Rasa buah-buahan paling banyak ditemukan di rokok konvensional (33 persen), selain rasa mentol, kopi, dan teh. Begitu pula pada rokok elektronik, paling banyak ditemukan rasa buah-buahan (37,9 persen), disamping rasa makanan penutup (21,2 persen) dan minuman lainnya (13,6 persen).

“Industri rokok sangat paham bahwa varian rasa produk tembakau bisa menjadi daya tarik luar biasa bagi anak dan remaja yang sedang dalam fase eksplorasi hal baru,” kata Lisda.

Penggunaan rasa buah-buahan, sambung dia, sangat cerdik karena buah identik dengan kesehatan. Sehingga perisa tidak hanya berhasil menyamarkan risiko kesehatan, tetapi juga menimbulkan kesan aman dan nyaman pada rokok, menormalisasi penggunaan rokok, membangun kebiasaan merokok di kalangan anak muda, dan mengurangi kemungkinan berhenti merokok.

Lisda menyatakan, strategi industri rokok dalam mendesain produk mereka dengan bentuk yang menarik, berukuran kecil, dan lucu dengan penggunaan karakter kartun, terlihat berhasil dalam menimbulkan kesan aman dan nyaman pada rokok. Hal ini diperparah dengan bebasnya penjualan rokok secara online dengan harga yang sangat murah.

Masifnya pemasaran rokok elektronik dan konvensional, menurut Lisda, disebabkan oleh belum diimplementasikannya PP Kesehatan. Ini membuat rokok dengan berbagai varian rasa dan zat tambahan masih bebas diperjualbelikan dan dipromosikan.

“PP Kesehatan itu sangat penting karena dalam pasal pengamanan zat adiktif bertujuan untuk mengurangi prevalensi perokok anak. Akibat belum diimplementasikannya PP Kesehatan, penjualan rokok masih sangat bebas, khususnya di media sosial,” kata dia.

Sepakat dengan Lisda, Ketua Ruang Kebijakan Kesehatan Indonesia (RUKKI) Mouhamad Bigwanto juga belum melihat upaya perlindungan anak dari dampak rokok yang signifikan akibat belum diimplementasikannya PP Kesehatan, khususnya pasal-pasal dalam Bagian Pengamanan Zat Adiktif, karena masih menunggu penerbitan aturan turunannya.

Dengan belum adanya implementasi PP Kesehatan, Bigwanto mencontohkan pemasaran rokok elektronik melalui iklan dan promosi yang begitu kreatif dan bebas. Rokok elektronik, kata dia, tidak hanya meniru kemasan produk lain yang dikenal anak-anak, seperti gambar kartun, minuman, dan cemilan ringan, tetapi juga dengan bangganya mencantumkan kandungan nutrisi di kemasan.

Selain itu, mereka juga berpromosi menggunakan influencer ternama yang menjadi idola kaum muda, kata dia, rokok elektronik dengan bebasnya menggunakan klaim dari akademisi bahwa rokok elektronik lebih aman dari rokok konvensional.

Ketua Tim Kerja Pengendalian Penyakit Akibat Tembakau (PPAT) Kementerian Kesehatan RI, Benget Saragih menegaskan bahwa regulasi pengendalian tembakau terbaru, yaitu PP No 28 Tahun 2024 Bagian Pengamanan Zat Adiktif, sudah mengatur sejumlah ketentuan dan larangan untuk melindungi anak dan kaum muda dari strategi manipulatif industri rokok tersebut.

“PP Kesehatan sudah melakukan berbagai cara untuk mencegah industri rokok menargetkan anak atau targeted marketing, yaitu melalui pelarangan iklan dan penjualan rokok di dekat sekolah dan Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA), melarang iklan rokok dan rokok elektronik di media sosial, larangan penjualan rokok di marketplace, hingga larangan menjual rokok bagi usia di bawah 21 tahun dan ibu hamil,” kata Benget.

Selain itu, PP Kesehatan juga mengatur standarisasi kemasan dari sisi desain dan warna, menaikkan besaran peringatan kesehatan bergambar hingga 50 persen dan pengaturan jumlah rokok dalam satu bungkus. Terdapat pula pengaturan rokok elektronik, serta pengaturan perisa dan bahan tambahan agar rokok tidak menarik bagi anak dan remaja.

Baik Lisda Sundari, Mouhamad Bigwanto, dan Benget Saragih sepakat akan pentingnya implementasi PP No 28/2024 tentang Kesehatan.

“Ini masalah yang sangat mendesak karena terjadi kekosongan implementasi, sehingga menjadi momen bagi industri rokok untuk habis-habisan menjerat anak dan remaja melalui strategi pemasaran yang manipulatif,” kata Lisda.

“Implementasi PP Kesehatan sangat mendesak, karena dari fakta di lapangan kita menemukan banyak sekali permasalahan yang serius. Sepanjang PP Kesehatan belum diimplementasikan, upaya perlindungan anak dan remaja dari rokok hanya berjalan di tempat, bahkan yang kita khawatirkan justru akan menjadi semakin lemah,” tambah Bigwanto.

“Saya sepakat bahwa Negara harus hadir melindungi rakyatnya melalui penguatan regulasi, mengingat dampak rokok yang jelas merugikan kesehatan. Kami berpegang pada aturan-aturan dalam PP Kesehatan untuk menurunkan prevalensi perokok anak, bukan untuk menutup pabrik rokok. Kami juga sudah diamanahkan untuk menyusun peraturan turunan dari PP Kesehatan supaya PP bisa segera diterapkan,” tegas Benget.

Continue Reading

Previous: Kolaborasi Dianggap Penting untuk Kemajuan BUMD
Next: Persib Bertekad Rebut Kemenangan di Markas Malut United

Related News

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
  • Agustus 2025
  • Juli 2025
  • Juni 2025
  • Mei 2025
  • April 2025
auto7slot auto7slot auto7slot

You may have missed

  • Berita

Juru Bicara Gus Yaqut Tanggapi Larangan Bepergian KPK, Berikan 4 Pernyataan

Dewi Anjani Agustus 12, 2025
lewat-gpm-polres-indramayu-jaga-stabilitas-harga-dan-ringankan-beban-masyarakat
  • Berita

Melalui GPM, Polres Indramayu Pertahankan Stabilitas Harga dan Bantu Masyarakat

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
kereta-pelabuhan-dan-terminal-di-sulsel-akan-terhubung-begini-rencana-kemenhub
  • Berita

Integrasi Kereta, Pelabuhan, dan Terminal di Sulsel: Rencana Kemenhub

Rizky Maulana Agustus 12, 2025
viral-meme-tanah-nganggur-diambil-negara-menteri-nusron-minta-maaf-ini-penjelasan-maksudnya
  • Berita

Meme Tanah Nganggur Jadi Viral, Menteri Nusron Meminta Maaf, Berikut Penjelasannya

Dedi Saputra Agustus 12, 2025
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.