PPIH Bagikan Kartu Nusuk demi Kelancaran Ibadah Haji
BERITA TERBARU INDONESIA, MAKKAH — Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Kementerian Agama RI secara resmi memulai distribusi Kartu Nusuk yang diberikan oleh Pemerintah Arab Saudi kepada jamaah haji Indonesia untuk memastikan kelancaran pelaksanaan ibadah mereka.
Distribusi awal berlangsung pada Jumat (2/5) pukul 20:00 Waktu Arab Saudi, atau sekitar pukul 00:00 WIB di Hotel Abrajtabah, Jalan Abu Bakar As Siddiq, Madinah, kepada kelompok terbang (kloter) JKG 01 yang telah tiba di Tanah Suci.
“Kartu ini wajib dibawa. Jangan sampai hilang. Proses penggantiannya panjang dan harus melalui sistem e-Hajj serta konfirmasi ke syarikah,” ujar Kepala Daerah Kerja Madinah M. Luthfi Makki di Madinah, Sabtu.
Luthfi menjelaskan bahwa Kartu Nusuk bukan hanya sekadar tanda pengenal. Kartu ini adalah akses ke seluruh layanan haji, mulai dari transportasi, akomodasi, konsumsi, hingga akses ke kawasan utama seperti Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
“Tanpa kartu ini, jamaah tidak bisa ikut pada puncak ibadah haji,” lanjutnya.
Luthfi menjelaskan bahwa kartu berbahan PVC dengan warna putih dan aksen cokelat ini memiliki ukuran sekitar tiga kali lipat dari KTP biasa. Kartu ini memuat nama, foto, nomor visa, jenis visa, kode bar, kode QR, hingga informasi tentang hotel dan nomor kamar.
Jika jamaah tersesat, mereka hanya perlu menunjukkan kartu tersebut kepada petugas, yang kemudian akan menampilkan informasi lokasi tinggal mereka melalui sistem digital.
“Kartu ini semacam ‘paspor digital’ selama ibadah haji. Semua layanan terhubung dengan kartu ini, memberikan kontrol dan perlindungan terhadap jamaah,” jelasnya.
Kementerian Agama RI menekankan bahwa sistem Nusuk adalah instrumen penting untuk memastikan keteraturan pelaksanaan haji. Pada musim haji sebelumnya, ribuan jamaah ilegal dievakuasi karena tidak terdaftar resmi. Dengan kartu ini, hanya mereka yang terdaftar resmi dan memiliki visa haji yang dapat mengikuti prosesi ibadah.
Hingga Jumat malam waktu setempat, Kartu Nusuk telah sampai di Madinah dan siap didistribusikan secara bertahap kepada seluruh jamaah calon haji Indonesia sesuai jadwal kedatangan kloter.
Para petugas haji juga diinstruksikan untuk memastikan tidak ada jamaah yang terlewat dari pendataan dan dokumentasi, serta membantu dalam pemindaian kode bar dan aktivasi identitas digital tersebut.
“Ini bukan sekadar formalitas. Tanpa kartu Nusuk, jamaah tidak bisa masuk ke area Armuzna. Maka mohon dijaga dengan baik,” ujar Luthfi Makki.
